Kapolri sebut ancaman anggota Polri dari bom, senjata sampai sianida

Menurut Badrodin, ancaman terhadap polisi dengan menggunakan racun bukan kali pertama terjadi.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Kapolri sebut ancaman anggota Polri dari bom, senjata sampai sianida
Pistol teroris Thamrin. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Bukan lagi dengan bom, baru-baru ini sekelompok teroris mengancam akan menghabisi anggota Polri dengan racun sianida. Ancaman itu datang, setelah kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan racun sianida ramai diberitakan media.Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti tak membantah jika ancaman kelompok teroris itu terinspirasi dengan kasus Mirna yang tewas akibat diduga diracun oleh sahabatnya, Jessica Kumala Wongso."Bisa saja itu terjadi. Makanya saya katakan ancaman terhadap anggota Polri bisa dengan bom, penembakan, senjata tajam, bisa racun," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/2).Menurut Badrodin, ancaman terhadap polisi dengan menggunakan racun bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, di Polsek Kemayoran pun ancaman seperti itu pernah terjadi."Semua yang bisa dilakukan. Menggunakan racun bukan yang pertama karena dulu pernah dilakukan di Polsek Kemayoran," ucapnya.Badrodin kembali menyampaikan kalau target operasi dari teroris saat ini adalah Polri. Bahkan, dia yakin para teroris bakal melakukan segala cara untuk menyerang anggota polisi.Oleh karena itu, Badrodin menginstruksikan kepada seluruh jajaran korps bhayangkara untuk selalu waspada. Dia meminta, anak buahnya menggunakan body sistem saat menjalankan tugas."Saya sudah instruksikan kepada seluruh jajaran untuk selalu waspada dalam melaksanakan tugasnya kemudian menggunakan body system. Body system itu satu orang menggunakan petugas dan satu yang mengawasi," jelas dia.Selain itu, untuk mengantisipasi serangan teroris melalui racun, Badrodin juga mengaku sudah mengimbau seluruh anggota polisi agar mewaspadai semua makanan dan minuman."Kita sampaikan ke seluruh jajaran untuk menghadapi ancaman teror yang memang ditujukan untuk polri. Memang ditujukan ke markas polri termasuk pejabat polri," tandas mantan wakapolri ini.

Rekomendasi