Empat santri asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mendapatkan program beasiswa santri jadi dokter dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menjadi sarjana kedokteran, dan akan mengabdi ke masyarakat. Mereka itu adalah Aniz Zamzari, Miftahul Jannah, Qurrata Tsania Masrur dan Sherli Hazairin.
Program tersebut diberikan kepada para santri yang berprestasi dalam ilmu biologi, namun tidak mampu secara ekonomi untuk menjadi dokter. Sebab itu, pihak UIN Syarif Hidayatullah menjaring para santri di berbagai wilayah Indonesia.
"Program pendidikan beasiswa santri jadi dokter yang dilaksanakan Pemkab Musi Banyuasin bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kini mulai membuahkan hasil, empat mahasiswa utusan daerah ini telah menyelesaikan pendidikan kedokterannya dan menunjukkan pengabdiannya dengan baik," ujar Sekda Musi Banyuasin, Sohan Majid di Sekayu, Kamis (11/2).
Selain itu, sambung Majid, para dokter tersebut diharapkan dapat berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan masyarakat, dengan pelayanan kesehatan yang prima.
"Alumni program santri jadi dokter tersebut diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang diperolehnya selama di bangku kuliah, untuk mengobati masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin dengan maksimal," harap Majid, dilansir Antara.
Miftahul, salah satu alumni program santri jadi dokter mengatakan dirinya bersama tiga temannya siap mengaplikasikan ilmu kedokteran diperoleh selama kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, untuk membantu mengobati dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar.
"Pengabdian ini sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Pemkab dan masyarakat Musi Banyuasin, yang telah memberikan dukungan dana dan kesempatan menjalani pendidikan kedokteran," ucap Miftahul.