MUI desak Pemkot larang perayaan Valentine Day di Makassar

"Jadi kita tidak perlu ikut-ikutan," ujarnya.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
MUI desak Pemkot larang perayaan Valentine Day di Makassar
Ilustrasi Valentine. ©2015 Merdeka.com/thespaofturlock.com

Menyusul keluarnya surat edaran Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memuat larangan perayaan acara valentine day bagi anak sekolah, Majelis Uama Indonesia (MUI) Makassar juga minta hotel dan tempat-tempat hiburan malam (THM) juga harus diberi penegasan serupa. Demikian ditegaskan ketua MUI Makassar, DR KH Baharuddin dalam diskusi publik yang digelar di Warkop Phoenam, Makassar, Selasa (9/2).Baharuddin mengatakan pihaknya sangat mendukung keputusan Walikota Makassar yang keluarkan keputusan larangan terkait valentine's day bagi anak sekolah itu. Perayaan Valentine day merupakan budaya orang Barat jadi tidak perlu diikuti."Bagi umat Islam, apresiasi kasih sayang itu setiap saat, tidak ada hari dan tanggalnya tertentu. Jadi kita tidak perlu ikut-ikutan," ujarnya seraya menambahkan, fenomena valentine day itu penyaluran kasih sayang secara berlebihan itu merusak moral anak bangsa.Jadi bukan hanya melarang anak-anak sekolah, Pemkot juga harus meminta ke pengusaha hotel-hotel dan tempat hiburan malam di Makassar agar tidak menyiapkan ruang bagi mereka yang hendak merayakan valentine day.Ditambahkan, pihaknya akan segera mengirimkan surat permintaan ke Walikota Makassar terkait larangan perayaan hari kasih sayang ala orang barat itu.

Rekomendasi