Perayaan pergantian tahun baru Imlek 2567/2016 di Kota Solo berlangsung meriah. Ribuan warga memadati Jalan Jendral Sudirman depan balai kota hingga seputar Pasar Gede, Jalan Urip Sumoharjo.
Perayaan Imlek diawali dengan doa bersama di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede pada pukul 20.00 WIB, Minggu (7/2). Pada malam sebelumnya, bertempat di Benteng Vastenberg juga dilakukan pelepasan 1000 lampion yang diikuti oleh ratusan warga Solo.
Menjelang tengah malam, warga semakin memadati Jalan Jendral Sudirman yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun kambing menuju tahun kera api itu.
Ketua Panitia Bersama Imlek Sumartono Hadinoto mengatakan, tahun baru Imlek bukan lagi milik warga Tionghoa. Namun sudah menjadi milik seluruh masyarakat. "Imlek itu murni kebudayaan dan tidak terkait dengan agama. Jadi sudah menjadi milik kita bersama." ujarnya di sela-sela acara.
Keriuhan semakin nampak saat pukul 00.00 WIB, di mana panitia mulai menyulut kembang api. Langit Kota Solo nampak indah dan gemerlap warna-warni. Warga pun bersorak dan bertepuk tangan menyaksikan kegiatan itu. Keindahan semakin terlihat dipadu dengan ribuan lampion yang terpasang.
Selain pesta kembang api, sebelumnya juga disajikan tarian Liong dan Barongsai, beladiri Wushu, hingga berakhir dengan pesta kembang api selama 30 menit. "Kami berharap acara Imlek di Solo dapat menjadi kalender event pariwisata yang dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan domestik maupun manca negara," jelas Sumartono.
Tak mau ketinggalan, warga pun banyak mengabadikan momen lewat berfoto. "Senang sekali bisa ikut merayakan pesta Tahun Baru Imlek. Harapannya ke depan negara kita semakin maju dan sejahtera di tahun monyet api ini," kata Nanik, warga Mojosongo.