Beberapa hari lalu, kota Sorong mencekam. Suasana itu terasa pasca tewasnya pelajar bernama Herman Semunya usai ditusuk sekelompok orang tak dikenal.Pihak keluarga bahkan warga mengamuk atas pembunuhan itu. Mereka merusak puluhan toko yang ada di daerah tersebut. Hal itu mereka lakukan sebagai tuntutan agar pelaku pembunuhan terhadap Herman segera ditangkap dan diadili.Sebelum tewas, korban kala itu hendak pulang usai melakukan kegiatan bersama temannya."Bahwa pada saat itu, korban ini mungkin ada kegiatan dan pulang jam empat pagi," kata Kapolres Kota Sorong, AKBP Karimudin Ritonga saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/2).Tapi tak disangka, dalam perjalanan ada sekelompok orang melakukan pemalakan terhadap korban. Kemudian HP korban diambil oleh para pelaku.
Advertisement
"Ada sekelompok sekitar lima orang lagi duduk-duduk. Lalu dilakukan pemalakan terhadap korban. Kemudian diambil HP korban," jelas Karimudin.Menurut Karimudin setelah HP-nya diambil, korban kembali ke temannya. Dia minta bantuan kepada temannya agar HP itu bisa diambil dari tangan pelaku. Para pelaku dengan korban dan teman-temannya akhirnya terlibat cekcok."Sehingga korban ditusuk. Setelah itu dibawa ke RS dan meninggal jam tujuh pagi waktu setempat," tuturnya. Pascakejadian penusukkan itu, kata Karimudin, malamnya warga kompleks tempat tinggal Herman melakukan pembakaran ban. Aksi itu diduga luapan kekesalan atas pembunuhan terhadap korban."Kemudian pihak kami datang untuk mengimbau warga tidak melakukan aksi. Kami saat itu membawa water cannon buat jaga-jaga. Namun mereka melempari kita. Akhirnya tindakan kami menembakan gas air mata. Beberapa lama kemudian selesai dan warga bubar," ungkap Karimudin.
Advertisement
Keesokan harinya, lanjut Karimudin, dari rumah sakit warga dan pihak keluarga mengarak mayat Herman ke kantor wali kota. Mayat diarak dengan menggunakan mobil."Pada saat arak-arakan ada pelemparan, ada yang membawa senjata kami amankan. Setelah dapat arahan wali kota ada satu permintaan dari mereka untuk melepaskan temannya," katanya.Kemudian, Karimudin melepaskan warga yang diamankan tersebut dengan syarat jangan ada yang anarkis.Polisi telah menetapkan satu orang tersangka tewasnya Herman Semunya. Karimudin mengatakan pihaknya berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku penusukkan Herman."Baru diamankan dua orang. Satu sudah kami tetapkan sebagai tersangka inisial S. Namun satu orang masih dalam pemeriksaan," kata Karimudin.