Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Indonesia Prof Sarlito Wirawan Sarwono diperiksa oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Prof Sarlito mengaku hanya melengkapi berita acara pemeriksaan.
"Ya tadi sudah mulai substansi, hal-hal tambahanlah yang diperlukan. Cuma, saya boleh menyampaikan. Tapi, sudah pernah saya sampaikan kepada kalian kan. Bahwa dugaan-dugaan kalian itu dengan keputusan-keputusan polisi itu banyak miripnyalah gitu. Itu saja barangkali," ujar Sarlito usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/2).
Menurut hasil analisanya, Sarlito mendapati jika Jessica tidak mengalami gangguan kejiwaan dan mempunyai kesehatan yang baik. hal itu ia dapati juga dari hasil psikotes yang dilakukan terhadap Jessica.
"Hasilnya dia tidak ada kelainan apapun. Jadi, Jessica itu seorang yang sehat. Secara intelegensi cerdas, secara kepribadian sehat tidak bermasalah. Jadi analisis-analisis yang menyebut kepribadian ganda dan sebagainya itu ndak ada. Sangat normal," kata dia.
Kendati demikian, ia mengaku tak pernah bertemu langsung dengan Jessica. Namun ia akan berbicara langsung dengan Jessica pada pekan depan.
Selain itu, menurut Sarlito tak ada penggunaan alat lie detector untuk memeriksa Jessica. Alat lie detector hanya untuk polisi menggali informasi dari tersangka.
"Lie detector itu alat untuk polisi untuk menggali informasi tersangka atau terdakwa. Tapi, di pengadilan tidak diakui sebagai alat bukti. Nggak pernah saya periksa itu hasil lie detector," tandasnya.