Dinas Sosial Provinsi Riau menyatakan ada sekitar 140 warga Bumi Lancang Kuning, pernah bergabung organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Jumlah ini diprediksi bertambah lantaran bakal ada gelombang lainnya akan tiba di Jakarta dari Kalimantan Barat."Hingga kini, pendataan masih terus dilakukan. Data awal yang kita terima kan hanya 13 orang, tapi dalam dua hari jumlahnya terus bertambah," kata Kadinsos Riau, Syarifuddin, Jumat (29/1).Syarifuddin mengaku saat ini tengah mendata di Jakarta. Ratusan orang eks Gafatar asal Riau itu terdiri dari orang dewasa dan anak-anak."Nanti akan dipulangkan melalui jalur darat dan ditampung di Pekanbaru, sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing," ujar Syarifuddin.Bahkan, Kejaksaan Tinggi Riau juga menurunkan intelijen guna memantau Gafatar, setelah ditemukan organisasi itu terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotamadya Dumai hingga 2018."Dari hasil pemantauan kita, organisasi (Gafatar) ini di Dumai masih terdaftar hingga 2018. Hal itu berdasarkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) di Kesbangpol Kota Dumai," ujar Kepala Seksi II Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Deni Anteng Prakoso.Meski begitu, secara khusus Deni meyakini kalau organisasi tersebut tidak aktif melakukan kegiatan keorganisasian."Kita sudah melakukan pemantauan ke sana. Organisasi mereka (Gafatar) tidak ada lagi melakukan kegiatan keorganisasian. Sehingga kondusifitas Kota Dumai masih terjaga," ujar Deni.Deni mengatakan, hasil pemantauan secara umum kegiatan keorganisasian Gafatar di Riau tidak berjalan lagi. "Kami juga pantau sekretariat Gafatar di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Di sana juga tak ada lagi kegiatan keorganisasiannya," tutup Deni.
Ternyata warga riau terlibat Gafatar ada 140 orang
Diperkirakan jumlah itu bisa terus bertambah.
Rekomendasi