Dua minggu berlalu sejak Wayan Mirna Salihin tewas usai nyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, di Grand Indoensia. Namun hingga kini kasus kematian Mirna masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.Polisi sudah meminta keterangan beberapa saksi termasuk Jessica dan hani, dua teman Mirna yang ikut minum kopi di tempat kejadian perkara. Bahkan polisi juga mengklaim dari minimal 2 alat bukti yang harus dikantongi, mereka sudah memiliki 4 alat bukti. "Sehingga dapat dikatakan alat bukti sudah kuat," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Senin (25/1) kemarin.Ke empat alat bukti tersebut, ungkap Krishna, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, dokumen serta petunjuk. Meski mengaku sudah mengantongi 4 alat bukti kuat, Polisi belum menetapkan siapa tersangka pembunuh Mirna. Krishna mengaku akan mengekspos dulu kasus tersebut."Dari ke empat bukti itu, nanti pihak penyidik akan segera mengekspos kasus kematian Mirna ke kejaksaan," ucapnya.Krishna mengaku sangat berhati-hati dalam mengusut kasus tersebut. Karena hal itulah polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.Polda Metro Jaya sudah mengantongi empat bukti kuat terkait kasus Kematian Mirna. Namun hingga kini, tersangka pun masih belum ada penetapannya.
Advertisement
"Kami harus hati-hati, ada waktunya kami sampaikan bahwa kenapa kami harus hati-hati di kondisi itu," kata Krishna.Krishna menjelaskan, pihaknya tak bisa dengan mudah mengungkapkan siapa tersangka di balik kematian Mirna. Sebab menurutnya, itu dapat memberikan antisipasi terhadap calon tersangka."Tidak bisa saya kemukakan di sini. Ada kondisi kami harus hati-hati. Itu nanti jadi senjata pelaku untuk melawan," tuturnya.Sementara itu, hari ini pihaknya akan melakukan ekspose kasus Mirna ke Kejaksaan Tinggi. Krishna mengungkapkan keterangan beberapa saksi dan bukti cukup signifikan."Insya Allah cukup kuat, tapi kami harus tunjukkan sama JPU yang kami punya seperti ini bapak yakin? Kan bisa berbeda pendapat kami sama JPU. JPU yang menyajikan di pengadilan. Enggak boleh kami enggak yakin, kalau JPU nya enggak yakin haah muntah, kalau misalnya kita sudah tetapkan jadi berantakan. Semoga semua berjalan baik," tutupnya.