Marinir ngotot sebut bocah 12 tahun kepergok maling burung

Kadispen Korps Marinir: Korban memang ketangkap tangan melakukan itu (mencuri).

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Marinir ngotot sebut bocah 12 tahun kepergok maling burung
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Kadispen Korps Marinir Letkol Marinir Suwandi menegaskan, KT (12) yang dipukuli anggota Marinir diyakini sebagai pencuri burung. Menurutnya, lokasi kejadian terletak di jalan raya dan daerah sekitar itu sering terjadi pencurian.

"Korban memang ketangkap tangan melakukan itu (mencuri)," ujar Suwandi di kantornya, Jakarta, Rabu (13/1).

Dia menceritakan, usai melakukan aksinya, KT langsung kabur membawa kabur burung. Namun dia terjatuh dan burung yang dicurinya terlihat sehingga dia tidak bisa mengelak.

"Maka disini ada pengusutan sehingga nanti di mana kelemahan dan kekurangannya bisa diketahui dari hasil tersebut," katanya.

Pernyataan Kadispen Korps Marinir berbeda dari yang disampaikan KT sebelumnya. KT, bocah berusia 12 tahun dipukuli lantaran dituduh mencuri burung warga komplek Marinir yang belum diketahui identitasnya tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, KT mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya. Salah satunya di bagian punggung dan bibir.

"Dipukuli pakai selang air. Yang mukulin tiga orang ganti-gantian dan pegangin pelan satu-satu. Dipukul ke belakang. Rambut dijambak dan ditodong belati," kata KT kepada merdeka.com saat ditemui di Rumah Sakit Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa (12/1).

KT menceritakan, penganiayaan bermula saat dirinya tengah mengejar layang-layang, dituduh mencuri burung oleh seseorang yang diduga anggota TNI. KT berulang kali menyangkal, namun tidak diindahkan.

Bahkan KT sempat diancam dengan pistol yang sudah diarahkan kepada dirinya. Tidak hanya dipukul dengan selang, KT mengaku dirinya juga sempat diikat di tiang. Dia tidak ingat berapa kali mengalami pemukulan.

"Nah saya disangkanya ngambil burung itu. Karena kabur-kaburan kayak ngambil burung gitu. Suaminya (seseorang diduga anggota TNI) bilang ke istrinya, ambilkan pistol. Saya bilang, jangan pak. Jangan. Saya takut mati," ujarnya.

Rekomendasi