Dipepet pemotor, tas Juliani berisi uang Rp 275 juta dibawa kabur

Korban sempat melakukan pengejaran tapi akhirnya kehilangan jejak setelah korban terjatuh saat mengejar pelaku.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Dipepet pemotor, tas Juliani berisi uang Rp 275 juta dibawa kabur
Perampok. shutterstock

Nasib nahas menimpa Juliani(48), nasabah salah satu bank di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Karyawan swasta itu menjadi korban perampokan usai menarik uang tunai ratusan juta rupiah di lembaga keuangan tersebut.

"Peristiwa itu terjadi pada Senin (4/1) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan DI Panjaitan menimpa Juliani yang merupakan pekerja swasta," kata Kasar Rekrim Polres Seruyan AKP Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, seperti dilansir Antara, Selasa (5/1).

Usai melakukan transaksi senilai Rp 275 juta, Juliani kemudian meletakkan uang tersebut di dalam tas ransel lalu berkendara melewati Jalan DI Panjaitan. Tidak jauh dari Plasa PT Telkom, dua orang pengendara motor tidak dikenal langsung menghampiri dan merampas tas berisi uang yang korban letakkan di bagian tengah sepeda motor.

"Saat itu korban yang terkejut tidak sempat melakukan perlawanan, namun korban sempat melakukan pengejaran tapi akhirnya kehilangan jejak setelah korban terjatuh saat mengejar pelaku di Jalan Adhyaksa," katanya.

Menurut keterangan korban, pelaku sebanyak dua orang mengendarai sepeda motor jenis matic berwarna gelap tanpa dilengkapi nomor polisi. Korban juga tidak sempat melihat wajah pelaku yang saat beraksi ditutupi dengan helm.

"Informasi dari korban memang tidak terlalu banyak, karena saat kejadian korban kemungkinan besar menjadi panik," katanya.

Meski demikian, penyidik Polres Seruyan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan tersebut, termasuk mempelajari CCTV yang ada di bank. Selain itu, sejumlah personel juga akan diturunkan ke lapangan untuk melakukan penyisiran ke berbagai sudut kota untuk mencegah pelaku melarikan diri ke luar kota.

"Kita membagi personel menjadi empat tim. Tim pertama bertugas untuk menganalisa rekaman CCTV dan berbagai informasi lainnya, sedang tim yang lainnya akan melakukan penyisiran dan pengamanan ke wilayah yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku," tutup AKP Triyo.

Rekomendasi