Eko Prasetyo dan Slamet, dua warga Malang yang merupakan suporter Arema tewas diserang oleh pendukung Persebaya yang lebih dikenal dengan sebutan 'Bonek'. Keduanya meregang nyawa di Sragen, saat mereka dalam perjalanan menuju Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta untuk menyaksikan pertandingan Singo Edan.Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo mengatakan, bentrokan antara Aremania dan Bonekmania terjadi di dua lokasi, yakni di SPBU Jatisumo, Kecamatan Sambungmacan, perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur dan Desa Nglorok, Sragen, sekitar pukul 04.30 WIB. Bonekmania yang telah menunggu Aremania melempari batu batu ke arah bus suporter Arema.Bentrok antara Bonek dan Aremania bukan kali pertama terjadi. Dua suporter pendukung klub sepakbola asal Jawa Timur dikenal sebagai musuh bebuyutan. Bonek diketahui kerap melakukan sweeping terhadap Aremania, meski kedua klub tersebut tidak bertemu. Salah satunya terjadi saat Arema bertandang ke Persegres, Gresik dan melewati Surabaya. Bahkan polisi yang berupaya membubarkan massa akhirnya mendapat perlawanan. Para Bonek merusak dan melempari polisi dengan molotov.Berikut beberapa bentrok suporter Indonesia yang mengerikan.
Advertisement
suporter pendukung Persis Solo, Joko Priyanto (35) tewas akibat luka sebuah benda tajam yang menembus dada korban hingga mengenai paru-paru. Ironisnya, Joko meninggal di kandang Persis Solo di are Stadion Manahan Solo, Rabu (22/10/2014).Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Iriansyah membenarkan korban tewas merupakan salah satu suporter. Pendukung Persis Solo tersebut tewas akibat luka sebuah benda tajam yang menembus dada korban hingga mengenai paru-paru. Namun Iriansyah enggan merinci benda tajam yang dimaksud."Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim medis, korban meninggal karena terkena benda tajam sedalam 8 cm hingga tembus ke paru-parunya," ujar Iriansyah kepada wartawan, Kamis (23/10).Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, hampir 15 anggotanya juga mengalami luka saat terjadi kerusuhan. Bahkan di antaranya ada yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Advertisement
Sejumlah pemuda yang mengaku Bonek pendukung kesebelasan Persebaya melakukan sweeping di Tol Waru, Surabaya. Mereka mencari Aremania, atau mobil berpelat N dari Malang.Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), situasi di Tol Waru mengarah ke Juanda mencekam. Belasan pemuda menenteng kayu mencari mobil-mobil berpelat N.Sejak pukul 02.00 WIB, lalu lintas di dalam tol macet total. Pengemudi kendaraan tak berani melanjutkan perjalanan.Para pemuda ini juga sempat memukuli seorang sopir bus hingga babak belur. Untungnya ada beberapa anggota TNI sehingga mereka tak melanjutkan aksinya.Petugas Jasa Marga memberikan informasi sweeping dilakukan ke arah Tanjung Perak. Imbasnya kemacetan terjadi karena pengemudi ketakutan.
Advertisement
Korban kerusuhan antarpenonton Persiba Bantul, Jupita (33) warga Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya meninggal dunia pada Rabu (12/2).Jupita menjadi korban kekerasan antarsuporter yang terjadi saat Persiba Bantul menjamu Persiram Raja Ampat pada Sabtu (8/2) lalu.Korban Jupita terkena pukulan helm di kepala bagian belakang saat masih di dalam stadion, usai laga.Jupita sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan koma selama lima hari. Namun, kondisinya yang semakin kritis pada dini hari kemarin, sekitar pukul 05.30 WIB akhirnya meninggal dunia.
Advertisement
Suporter Viking, Rangga Cipta Nugraha (22) tewas dikeroyok usai menyaksikan laga Persija vs Persib, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (29/5) lalu. Keluarga besar Viking Persib berharap, insiden ini menjadi yang terakhir dan jangan pernah terulang lagi."Ini korban terakhir, jangan ada lagi," tegas Heru, saat ditemui di kediaman Rangga, Jalan Raden Edang Suwanda, Terusan Cimuncang, Pasirleutik, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5). Heru datang bersama puluhan anggota Viking lainnya.Belajar dari kasus ini, dia berharap ada jalan damai antara Viking dan The Jak. Dia menegaskan tidak ada untungnya jika terus memperbesar masalah."Rivalitas tetap ada untuk mendukung, tapi itu sebatas di stadion dan tidak dibawa keluar Stadion," ujarnya.Dia mengaku tidak dendam atas insiden yang menimpa Rangga. Rangga juga terbilang aktif dalam keorganisasian Viking saat masih kuliah di Poltekes Bandung.
Advertisement
Ratusan pendukung Persebaya Surabaya, atau sering disebut Bonek Mania, menghadang puluhan suporter Arema yang akan berangkat ke Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Dua orang anggota Aremania tewas dalam insiden penyerangan itu.Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo saat dikonfirmasi merdeka.com membenarkan kejadian bentrokan tersebut. Menurut dia, kedua kelompok suporter akan berangkat ke Sleman untuk mendukung timnya masing-masing dalam lanjutan 8 besar Piala Sudirman. Kedua pendukung laskar Singo Edan yang tewas adalah, Eko Prasetyo (30) warga RT 19/04 Pandesari Batu Malang dan sopir Suzuki Carry, Slamet warga Malang."Kedua korban ini, saat ini masih berada di RSUD Sragen," ujar Kapolres.Meski sempat terjadi bentrokan dan menimbulkan korban, namun Kapolres mengatakan, saat ini kondisinya cukup kondusif. Pihaknya sudah menangkap ratusan supporter dari Surabaya dan Arema Malang. Kedua suporter juga sudah dilokalisir agar tak terjadi bentrokan lanjutan."Sudah kami lokalisir, ada 431 Bonek dan sekitar 40 Aremania yang kita tangkap. Ini kita sedang koordinasi untuk pengamanan mereka," ucapnya.