Warga laporkan keponakan Gubernur Sulsel atas dugaan politik uang

"Andi Takdir tetangga saya ini sempat tanya uang apa ini."

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Warga laporkan keponakan Gubernur Sulsel atas dugaan politik uang
Warga laporkan keponakan Gubernur Sulsel atas dugaan politik uang

Calon bupati Gowa Adnan Purichta yang juga keponakan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dilaporkan atas dugaan melakukan politik uang (money politics) di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel sehari sebelum pemungutan suara berlangsung, Rabu (9/12). Di Pilkada Kabupaten Gowa tahun 2015 ini, Adnan yang juga putra bupati Gowa saat ini, Ichsan Yasin Limpo, maju sebagai cabub berpasangan dengan Abdul Rauf Karaeng Kio, pasangan calon nomor urut 5.Laporan dimasukkan oleh seorang warga yang berdomisili di kompleks perumahan Tamarunang Indah Gowa, Arwin Aminuddin, (48) ke sekretariat Panwaslu Gowa di Jalan Andi Mallombassang, Gowa, Selasa, (15/12).Arwin yang ditemui sesaat sebelum meninggalkan sekretariat Panwaslu Gowa menjelaskan, kejadian pada hari Selasa, (8/12). Sebenarnya, menurut dia, temuan dugaan money politics itu secara tidak sengaja. Dia datang bertamu ke rumah temannya bernama Andi Takdir, tetangga satu kompleks. Dia menceritakan, tiba-tiba datang dua orang laki-laki menyodorkan formulir C6 atau surat undangan mencoblos. Ada tiga formulir C6 yang disodorkan dan masing-masing diselipi uang Rp 50 ribu."Andi Takdir tetangga saya ini sempat tanya uang apa ini. Dan dijawab oleh orang itu kalau bukan apa-apa. Sembari mengatakan juga ini 4 Sehat 5 Sempurna. Mungkin ini kode kalau paslon nomor urut 5 itu menyempurnakan dan harus di pilih. Karena di permukaan formulir C6 itu ada kode Nomor 5," kata Arwin Aminuddin, sang pelapor seraya menyebutkan, tetangga dan keluarganya itu mencoblos di TPS 10 dan 11.Ditambahkan, nanti sehari setelah pilkada baru disadari kalau yang dilakukan dua orang di rumah tetangganya adalah tindakan yang bertendensi money politics. Akhirnya pukul 15.00 Wita, Rabu lalu itu, (9/12), dia bergegas ke rumah Andi Takdir dan meminta formulir C6 itu untuk dilaporkan sebagai barang bukti.Kata Arwin, Andi Takdir tetangganya itu berdomisili di Makassar tapi punya rumah di kompleks Tamarunang. Olehnya dia tidak ikut mencoblos dan gunakan surat undangan C6 itu karena dia bukan warga Gowa."Tadi saya sudah laporkan, serahkan barang bukti. Sayangnya saya tidak kenali siapa dua orang pelakunya itu. Tetangga saya, Andi Takdir saat saya tanya ternyata dia juga tidak kenali karena tiba-tiba saja dua orang itu datang membawa formulir C6 dan uang," tutur Arwin Aminuddin.Sementara itu, Syamsuar Saleh, divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga Panwaslu Gowa yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah mengambil keterangan dari pelapor. Selanjutnya akan memanggil pihak-pihak terkait seperti petugas KPPS, PPS dan PPK. Mereka akan dikonfirmasi siapa yang membagikan formulir C6 dll."Kita menduga ada anggota KPPS yang mungkin bermain karena merekalah yang berhak bagikan formulir C6 dan harus dilacak dari mana awalnya dan sampai ke mana C6 itu," kata Syamsuar Saleh.

Rekomendasi