Beberapa waktu lalu pengguna media sosial dibuat kesal atas unggahan foto taman bunga Amarilis yang rusak parah akibat terinjak-injak oleh pengunjung. Para pengunjung sengaja datang berwisata ke taman bunga Amarilis yang berlokasi di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, itu hanya untuk berfoto di antara keindahan bunga-bunga.Namun sayang, niatnya tersebut malah merusak tanaman yang memiliki lahan seluas 2.350 meter persegi itu. Pemilik taman bunga Amarilis, Sukadi mengaku membutuhkan biaya atas kerusakan tersebut. "Sumbangan seikhlasnya saja. Saya ingin perbaiki tahun depan supaya tidak rusak lagi," kata Sukadi kepada merdeka.com, Minggu (29/11).Setelah taman bunga Amarilis rusak, kini warga Yogyakarta mempunyai tempat wisata taman bunga baru yaitu bunga eceng gondok. Taman bunga yang terletak di Karangasem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta itu menjadi tempat favorit untuk dikunjungi. Hampir setiap hari taman bunga milik Karsono selalu dibanjiri pengunjung.Sebagian besar dari mereka rela menempuh perjalanan satu hingga dua jam hanya buat berfoto bersama bunga eceng gondok.Salah satunya Hanifa (16), siswa salah satu SMA Negeri di Sleman. Dia dan dua temannya rela menempuh perjalanan dari Kabupaten Sleman, berada di sisi utara Provinsi Yogyakarta, demi berfoto dengan bunga eceng gondok."Naik motor. Ya lumayan jauh, hampir satu jam perjalanan," kata Hanifa kepada merdeka.com di sela-sela berfoto, di taman bunga eceng gondok, Selasa (15/12).Mulanya lahan berada di lahan seluas 200 meter persegi adalah sawah. Namun karena tanah sudah tidak subur lagi, Karsono membiarkan lahan tersebut begitu saja."Dulu buat tanam padi, tapi sudah nggak subur dan irigasinya tidak jalan, jadi saya biarkan saja. Tahu-tahu sudah banyak eceng gondok. Warga biasanya ambil eceng gondok buat pakan ternak," ujar Karsono.Akan tetapi, bunga yang berwarna ungu menyerupai anggrek ini hanya tumbuh pada musim penghujan.
Karsono mengatakan bunga eceng gondok ini hanya mekar selama dua minggu saja. Setelah itu bunganya akan hilang dan baru akan tumbuh tahun depan."Memang ini musiman. Pastinya setahun ini sekali, tapi kadang juga sampai dua kali setahun," katanya.
Advertisement
Namun bunga eceng gondok ini tidak semua mekar serentak. Secara bergantian bunga tumbuh kemudian hilang. Diperkirakan taman ini akan bertahan sekitar satu atau dua minggu lagi."Kalau ini sudah seminggu lalu tumbuhnya. Tapi sebagian belum tumbuh, mungkin nanti seperti gantian, yang satu tumbuh, yang satu sudah hilang," tambahnya.Sejak tiga hari yang lalu pengunjung mulai ramai berdatangan. Setidaknya dalam sehari ada 200-an pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan taman bunga eceng gondok ini. Para pengunjung hanya dipungut biaya parkir sebesar Rp 2.000."Uangnya ini yang mengelola pemuda kampung sini. Saya serahkan ke mereka. Kalau nanti mau memberi saya berapa pun saya terima. Karena saya itu ketua RT, anak muda di sini juga akhir tahun mau bikin jalan sehat, biar nanti uangnya masuk kas mereka saja," terangnya.Semoga bunga eceng gondok ini bisa lama dinikmati keindahannya, dan tak rusak seperti nasib taman Amarilis.