Polisi kantongi identitas pelempar molotov sekretariat PPS di Gowa

Polisi pastikan pelaku terkait dengan kasus serupa tahun 2010 lalu.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Polisi kantongi identitas pelempar molotov sekretariat PPS di Gowa
Lurah Paccinongan Agussalim menunjukkan bekas lemparan molotov di sekretariat PPS-Kantor Lurah. ©2015 Merdeka.com

Polisi telah mengantongi identitas pelaku pelemparan molotov ke sekretariat PPS Paccinongan yang berada di kantor Lurah Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, kasus pelemparan molotov ini ditangani Polres Gowa didukung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulsel. Dan hasil analisa serta evaluasinya menemukan bahwa kasus tersebut berhubungan dengan kasus pelemaran bom molotov pada Pilkada tahun 2010 lalu di Gowa."Modus dan pelakunya sama, yang itu juga saat kejadian tahun 2010. Identitasnya sudah dikantongi jadi tinggal dilakukan penangkapan," kata Frans Barung Mangera tanpa menjelaskan detil pelaku yang dimaksud, Senin (14/12).Akibat lemparan molotov itu, bangku panjang di luar dan di dalam ruangan terbakar. Demikian juga dengan kain gorden dan plafon. Kaca jendela juga pecah. Tidak ada korban jiwa, juga tidak ada properti pilkada yang rusak karena semua kotak suara sudah bergeser ke PPK malam harinya.Sementara itu hari ini, Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 di kawasan pegunungan yang ada di Desa Parang Lompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa berjalan lancar meski hanya diikuti 158 orang pemilih dari 616 pemilih yang terdaftar dalam DPT. Dengan demikian hanya 25 persen pemilih yang berpartisipasi.Pemungutan suara yang digelar PPS dan PPK ini berlangsung sejak pagi, pukul 07.00 Wita, dipantau langsung KPU Sulsel. PSU digelar di TPS 2 ini karena ditemukan saksi-saksi melakukan kesepakatan untuk bagi-bagi suara dari kertas suara yang tersisa atau tidak terpakai.Pada pemilihan Rabu lalu, (9/12) hanya diikuti 327 pemilih. Lalu di pemilihan ulang ini tambah menurun lagi menjadi 158 pemilih. Rincian perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Andi Maddusila Karaeng Idjo-Wahyu Permana Kaharuddin sebanyak 7 suara, paslon nomor urut 2 Sjachrir Sjafruddin Daeng Jarung-Anwar Usman dan paslon nomor urut 3, Djamaluddin Maknun-Masykur tidak peroleh suara. Paslon nomor urut 4, Tenri Olle Yasib Limpo- Chairil Muin sebanyak 16 suara dan menyusul paslon nomor urut 5, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio mengungguli yang lain dengan perolehan suara, 129 suara.Lalu enam suara tidak sah. Adnan ini adalah keponakan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini sukses mengungguli tantenya di TPS ini, Tenri Olle Yasin Limpo, paslon nomor urut 4.Mardiana Rusli, komisioner KPU Sulsel divisi data dan program menjelaskan, pemungutan suara ini hanya diikuti saksi orang satu bernama Sultan dari kubu Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. Adapun soal jumlah pemilih yang sangat kurang, kata Mardiana Rusli, salah satunya dikarenakan warga sudah banyak yang kembali ke kota tempatnya kerja."Banyak juga warga perantau. Karena mereka anggap semua proses Pilkada selesai, mereka kemudian kembali Malaysia tanah rantaunya. Setelah itu kita juga kekurangan waktu untuk sosialisasi pemungutan suara ulang yakni hanya dua hari," jelas Mardiana Rusli.

Rekomendasi