Kapolda ultimatum pendukung cabup Gowa tidak kerahkan massa lagi

Pendukung Andi Maddussila sebelumnya mengamuk tak terima calonnya kalah berdasarkan hitung cepat.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Kapolda ultimatum pendukung cabup Gowa tidak kerahkan massa lagi
Simulasi pengamanan Pilkada serentak. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Setelah bentrok pendukung dan simpatisan calon bupati keturunan Raja Gowa, Andi Maddussila Karaeng Idjo memuncak sore hingga Sabtu (12/12) malam, hari ini Minggu, (13/12) tidak terlihat lagi pengerahan massa. Jalan Andi Mallombassang, lokasi sekretariat Panwaslu Gowa dan KPUD Gowa juga terlihat sepi dari anggota pengamanan dan arus lalu lintas lancar.Kapolres Gowa AKBP Rio Indra Lesmana yang dikonfirmasi mengatakan, pagi tadi Kapolda Sulsel Irjen Pudji Hartanto telah mendatangi kubu Andi Maddussila Karaeng Idjo di rumah adat Balla Lompoa. Mereka diberi penegasan untuk tidak melakukan pengerahan massa lagi."Berdasarkan penegasan Kapolda, kita akan langsung tindak jika masih ada yang melakukan pengerahan massa. Kita akan tangkap siapapun dia," kata Rio seraya menambahkan rumah adat yang dijadikan posko cabup itu juga akan dimasuki jika ada yang coba-coba keluar kerahkan massa.Menurut kapolres, aksi-aksi pendukung Andi Maddussila sudah masuk kategori anarkis. Selain telah merusak sejumlah fasilitas, juga telah melukai dua anggota polisi."Dari awal keamanan Pilkada di Gowa ini siaga 1," tambahnya.Seperti diketahui sebelumnya, Andi Maddusila Karaeng Idjo sudah tiga kali mengikuti pilkada Gowa. Dalam pilkada serentak 9 Desember lalu, hasil quick count lembaga survey Jaringan Survey Indonesia (JSI) menempatkan Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo di posisi tertinggi perolehan suaranya. Andi Maddussila Karaeng Idjo di posisi kedua dan tante Adnan, yakni Tenri Olle Yasin Limpo menyusul posisi ketiga.Keluarnya hasil quick count ini memicu protes dari kubu Andi Maddussila Karaeng Idjo karena versi hitungannya mereka yang unggul sehingga sore hari pasca pencoblosan, Rabu, (9/12), kelompoknya sudah mulai mengepung kantor KPUD Gowa. Keesokan harinya mereka mengepung sekretariat Panwaslu Gowa dipicu pemindahan kotak suara di gedung sekolah di Kecamatan Pallangga, mereka minta penegasan sikap Panwaslu. Dari aksi-aksi itu, dua anggota Brimob terluka, tiga sepeda motor dinas polisi dirusak.

Rekomendasi