Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar Imron Nafifah memberikan tanggapan terkait sepi dan lesunya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang digelar di 2494 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 22 Kecamatan.Nafifah mengatakan tak semaraknya pemilihan tahun ini dikarenakan proses tahapan Pilkada Serentak sempat terhenti beberapa 2 bulan. Sehingga, katanya, berpengaruh terhadap proses sosialisasi yang dilakukan KPU."Karena tahapan di Kabupaten Blitar pernah terhenti selama hampir 2 bulan dan sudah tertinggal jauh dengan teman-teman di daerah lain dengan tahapan langsung," kata Nafifah saat ditemui Merdeka.com, Blitar, Rabu (9/12).Selain itu, dia mengklaim sepi nya masyarakat untuk datang ke TPS juga dipengaruhi karena Pilkada Kabupaten Blitar untuk tahun ini hanya ada satu calon pasangan yang diusung."Sempat membingungkan masyarakat karena pernah terhenti dan masyarakat kira Pilkada tidak jadi. Bisa juga karena calon cuma satu," ujar Nafifah.Pantauan Merdeka.com, pemandangan sepi terlihat di TPS 8, Jalan Raya Talun, Dusun Dander, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun. Kemudian di TPS 3 Desa Talun, Kecamatan Talun atau di TPS 1, Jalan Pojok Sawahan, Kabupaten Garum. Bahkan, TPS 1 Garum ini diketahui berdekatan dengan kantor KPU Kabupaten Blitar namun tetap terlihat lesu dan tak semarak.Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang hanya memiliki satu pasangan calon dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Dua lainnya adalah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.Ketiga daerah ini menerapkan sistem referendum, di mana pilihan yang tersedia dalam surat suara hanyalah setuju dan tidak setuju terhadap bakal calon pemimpin daerah ini. Untuk daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Blitar terdapat 964.928 pemilih.
Ini penjelasan KPU soal tak bergairahnya Pilkada di Kabupaten Blitar
Pemandangan sepi terlihat di TPS 8, Jalan Raya Talun, Dusun Dander, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun.
Rekomendasi