Sebelum tabrak warung STMJ, pengemudi Lamborgini pamit ke gereja

Mobil Lamborghini Wiyang, kata Wina, merupakan hasil patungan dengan orang tuanya.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Sebelum tabrak warung STMJ, pengemudi Lamborgini pamit ke gereja
Video Lamborghini tabrak warung STMJ. ©2015 Merdeka.com

Keluarga pengemudi Lamborghini maut berdalih Wiyang Lautner (24) menabrak warung STMJ pada hari Minggu pekan lalu, lantaran izin pergi ke gereja bukan ikut balapan liar. Mereka juga membantah Wiyang kerap ikut balapan pakai mobil mewahnya.Hal ini diungkap Wina, kakak kandung Wiyang. Kata dia, sebelum terjadi kecelakaan itu, adiknya pamitan mau ketemu teman-temannya sekitar pukul 05.00 WIB. "Pamitnya bukan pergi seharian, karena pukul 10.00 WIB, Wiyang ada jadwal ke gereja," kata Wina ditemui di Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, tempat korban luka, Srikanti dirawat, Sabtu (5/12). Wina yang ditugasi keluarganya menjaga korban luka menjalani perawatan di rumah sakit itu, juga menegaskan adiknya tidak suka menggelar balap liar dengan mobil sportnya itu. "Kalau penggemar mobil memang iya, tapi bukan penggila mobil. Jadi nggak mungkin kalau adik saya balapan sebelum kejadian itu. Jadi itu hanya kesalahan teknis dari mobil," dalihnya. Menurut Wina, kesehariannya Wiyang merupakan anak baik dan pekerja keras. Adiknya itu sehari-hari bekerja bersama ayahnya di bidang mesin.Mobil Lamborghini Wiyang, kata Wina, merupakan hasil patungan dengan orang tuanya. "Mobilnya dibeli patungan sama papa," ungkapnya. Sementara usai kecelakaan maut Minggu pagi lalu, sampai hari ini, Wina mengaku ditugasi menjaga korban di rumah sakit termasuk menanggung semua biaya perawatannya. "Jadi sampai hari ini saya belum ketemu sama sekali dengan adik saya," ujarnya. Hingga saat ini, korban luka atas nama Srikanti (41), warga Kaliasin Gg III/25, Surabaya, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Istri korban meninggal, Kuswanto, terpaksa menjalani operasi bedah untuk pemasangan plat pada paha bagian atas. Seperti diketahui, pada kecelakaan maut yang melibatkan Lamborghini milik Wiyang itu, mengakibatkan Kuswanto meninggal dunia, serta Srikanti dan Mujianto, si pemilik warung STMJ mengalami luka patah tulang. Di bagian lain, hari ini, Wiyang juga baru menjalani masa tahanannya di Mapolrestabes Surabaya. Dia dijemput pihak kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, karena tim dokter menyatakan Wiyang sudah sembuh dan bisa dilakukan penahanan."Yang jelas selama dia (Wiyang) ada di rumah sakit, tidak memotong jumlah hari atau masa tahanannya. Dan setelah dinyatakan sehat, hari ini (5/12), kita lakukan penahanan terhadap tersangka," tegas Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar.

Rekomendasi