Memasuki musim penghujan, di sejumlah daerah mulai terjadi bencana alam dari banjir hingga tanah longsor. Seperti peristiwa nahas di Pematang Siantar, Sumut, Selasa (1/12) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Dua warga tewas mengenaskan setelah hujan deras mengguyur sejak petang hari.Selain korban jiwa dan beberapa rumah yang rubuh, belasan ekor satwa liar termasuk 18 buaya ikut terlepas akibat banjir merendam Taman Hewan Pematang Siantar. Satwa tersebut lolos setelah air kolamnya meluap.Lepasnya 18 reptil ini membuat geger warga yang tinggal di sekitaran taman hewan. Mereka takut menjadi mangsa buaya.Sejumlah warga akhirnya membantu petugas memburu binatang buas tersebut. Pencarian hingga larut malam pun difokuskan pada aliran sungai di sekitar lokasi.Setelah dilakukan penyisiran, satu per satu buaya berhasil ditangkap. Namun yang binatang yang lepas saat air meluap tidak cuma buaya. Burung unta asal Afrika Selatan bernama Wara-Wiri, tikus raksasa masih hilang.
Advertisement
Bahkan sejumlah ular koleksi taman hewan ini juga lepas akibat banjir yang ketinggiannya mencapai 2 meter. Hingga saat ini, ular-ular itu juga dilaporkan belum ditemukan."Semua (buaya) sudah dievakuasi, tidak ada yang berkeliaran," kata Nandang Suaidah, General Manager Taman Hewan Pematang Siantar, Rabu (2/12)."Yang belum dapat kabar itu, tikus raksasa dan sepasang burung unta. Jadi saya mohon diinfokan kepada warga siantar, bila ada nanti yang menemukan satwa itu agar menghubungi Taman Hewan Pematang Siantar," tambah Nandang.Sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang dan petir menyebabkan banjir di Pematang Siantar setinggi pinggang orang dewasa.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf merinci terdapat 12 unit rumah di Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat rubuh. Sembilan di antaranya di Jalan Serdang Gang Rukun dan 3 runit di Gang Sicha, Kelurahan Banjar."Rumah penduduk di sana rubuh diakibatkan jebolnya dinding tembok kuburan China yang berbatasan dengan sungai yang meluap. Tembok tidak mampu menahan arus air kemudian rubuh dan air meluap ke rumah penduduk serta membawa material bangunan menimpa rumah penduduk yang berada di balik tembok itu," jelas Helfi.
Advertisement
Dia menjelaskan, dua unit rumah di belakang rumah dinas Kapolres Pematang Siantar juga rubuh karena tertimpa tembok belakang yang rubuh. Selain itu, 3 unit rumah penduduk di bantaran Sungai Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, hanyut terbawa arus sungai yang meluap. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tutur Helfi.Dua korban tewas dalam peristiwa ini masing-masing bernama Julianarti alias Ulin (52), warga Jalan Rajawali No 72 Kelurahan Simarito, dan Nursiyem (80), warga Jalan Serdang Gang Sicha Kelurahan Banjar. Julianarti sempat dievakuasi ke RS Tentara, sedangkan Nursiyem langsung disemayamkan di rumah duka.Julianarti tewas setelah terbawa longsoran tanah di belakang rumahnya kemudian tertimbun. Sementara Nursiyem terbawa arus air dan tanah yang menjebol belakang rumahnya. Dia terseret sampai sejauh 15 meter.Kapolres Pematang Siantar AKBP Dodi Darjanto telah mengerahkan seluruh personelnya untuk siaga bencana alam. Seluruhnya diwajibkan turun ke lokasi bencana dan memberi bantuan kepada warga yang tertimpa musibah."Seluruh kegiatan evakuasi dan bencana yang diakibatkan hujan deras dapat terkendali dengan baik hingga pukul 00.00 WIB," jelas Helfi.