Warga Dusun Suronandan, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah terganggu dengan bau menyengat dan pencemaran sungai. Bau tersebut berasal dari pusat peternakan babi yang ada di tengah kampung tersebut.
Warga memadati peternakan babi milik Wangwang, warga Kota Solo. Mereka menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes keberadaan peternakan babi di kampungnya. Sejumlah poster kecaman yang mendesak penutupan kandang babi itu, dipasang di depan pagar kandang di tengah permukiman warga.
Mereka mengancam melakukan aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak dikabulkan dalam tiga hari. Seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter, Sukiyem (53) mengeluh, karena bau kotoran babi semakin menyengat. "Selama ini kami hanya diam saja. Namun ternyata ya tidak betah," ujarnya.
Koordinator aksi, Wijayanto menuturkan, warga akhirnya memberanikan diri menyampaikan aspirasinya. Alasannya keluhan pada pemilik tidak digubris. "Karena sampai puluhan meter, bisa tercium bau kotoran babi. Bahkan makam desa, diduga diserobot untuk kandang babi. Tadinya luas 350 meter persegi, jadi 200 meter persegi," paparnya.
Kandang babi ini berada tepat di tengah kampung Suronandan dan sudah ada lebih dari 10 tahun. Namun baru akhir-akhir ini bau limbahnya dikeluhkan warga. Salah satu penyebabnya, babi di dalam kandang semakin hari semakin bertambah banyak. Dari semula berjumlah puluhan ekor kini sudah mencapai 200 ekor babi.
Warga juga mengeluhkan limbah kotoran babi yang dibuang dan mencemari air sungai yang mengalir di pinggir dusun. Sedikitnya 54 KK di RT 03/RW 02 Dusun Suronandan tidak bisa beraktivitas di sungai karena penuh dengan limbah peternakan babi.
"Kami menuntut segera ditutup atau dipindahkan dari kampung kami karena kami sudah tidak tahan dengan baunya, kalau tidak akan kami tutup paksa," tutupnya.