Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan belum bisa memastikan jenis granat apa yang dilempar di gedung Multipiranti Graha. Dia menduga, peledakan ini hanya persoalan pribadi bukan aksi teroris."Kalau diperkirakan granat dilemparkan dari jalan ke lobi, sehingga kaca dan internit rusak," kata Tito saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Raya Raden Inten, Jakarta Timur, Senin (16/11).Tito menduga aksi pelemparan bom ini diduga soal pribadi. Karena pengeboman yang dilakukan oleh teroris akan menyasar ke fasilitas atau gedung publik seperti mal atau pusat keramaian lainnya."Ini gedung gedung pribadi, kalau pengalaman kita selma ini kelompok teroris tidak menyasar gedung pribadi seperti ini. Kecil kemungkinan ke tindak terorisme, ini mengarahnya ke persoalan pribadi. Kemungkinan," paparnya.Untuk granat tersebut belum diketahui jenisnya saat ini sedang dilakukan pengecekan granat tersebut.Lebih jauh jenderal bintang dua ini menjelaskan, saat kejadian gedung tersebut dijaga dua satpam, satu di pos satpam, satu di selasar. Sehingga pecahan kaca dari pintu lobby mengenai dada dari seorang satpam, korban telah dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi."Satpam tidak melihat orang masuk, jadi kemungkinan dari jalan. CCTV enggak akan kita kasih tahu. Bisa motor bisa naik mobil."Lebih jauh mantan Kepala Densus 88 ini menegaskan dampak ledakan tidak besar. Dia juga sudah bertemu pemilik gedung untuk melihat permasalahan yang terjadi sebelum peristiwa tersebut."Ada 12 kantor dalam gedung ini. 12 PT akan dipelajari satu-satu. Gedung ditutup sampai penyelidikan selesai," tegasnya.
Kapolda Metro: Ledakan di Duren Sawit persoalan pribadi
Irjen Tito menyebut kasus tersebut tak terkait dengan tindak terorisme.
Rekomendasi