Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma

Inspektur Jendral, yang dipentaskan Teater Koma merupakan sindiran budaya korupsi dari Rusia yang dibawa ke Indonesia.

Nanda Farikh Ibrahim
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Sejumlah seniman saat beraksi dalam pertunjukan Teater Koma yang bertajuk "Inspektur Jendral (Kalau Penguasa Kacau/KPK)" di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan yang didukung djarum Apresiasi Budaya ini menyadur naskah teater klasik Rusia berjudul Revizor (The Inspector General) karya Nikolai Gogol. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
1 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Teater yang mengambil latar cerita pewayangan Astinapura ini mengisahkan kehidupan kota kecil yang dipimpin oleh wali kota Ananta Bura. Kehidupan kota tersebut lekat dengan budaya korupsi. Mulai dari jajaran pejabat, kepala sekolah, kepala kantor pos, pengusaha, hingga pedagangnya terlibat kasus suap. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
2 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Suatu ketika hendak terjadi peperangan antara negeri Astina dan Amarta. Peperaangan tersebut membuat ibu kota Astinapura mengirimkan seorang Inspektur Jendral untuk menyelidiki kota kecil yang dipimpin oleh wali kota Ananta Bura. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu kapan inspektur itu datang dan apa yang akan diselidikinya. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
3 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Lima Penakawan yang terdiri dari Limbik, Plitit, canguk, Srikayon, dan Bunguk dengan gaya mereka yang centil dan blak-blakan muncul ke atas panggung. Mereka mengeluhkan peperangan yang terjadi di negerinya. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
4 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Di tengah desas-desus Inspektur Jenderal yang hendak menyelidiki kota kecil yang dipimpin oleh wali kota Ananta Bura, datang seorang anak muda dari Astinapura. Anak muda tersebut bernama Anta Hinimba. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
5 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Ananta Bura pun mencurigai Anta Hinimba sebagai Inspektur Jenderal yang dimaksud. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
6 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Ananta Bura (tengah) kemudian menemui Anta Hinimba di hotel penginapan. Untuk menyembunyikan kebobrokan kehidupan kotanya, Ananta Bura berniat menyuap Anta Hinimba yang disangka Inspektur Jenderal. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
7 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Anta Hinimba pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengeruk harta Ananta Bura dan pejabat setempat. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
8 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Anta Hinimba juga merayu istiri Ananta Bura supaya mendapat restu untuk menikahi putrinya. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
9 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Namun apa yang terjadi? Anta Hinimba ternyata bukanlah Inspektur Jenderal yang dimaksud. Wali kota Ananta Bura dan pejabat pun mulai panik. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
10 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Ananta Bura dan pejabat setempat mulai memikirkan 'strategi' untuk menghadapi Inspektur Jenderal yang asli. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
11 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Teater Koma ini akan berlangsung dari 6-15 November pukul 19:30 Wib untuk hari Selasa hingga Sabtu, dan Minggu mulai pukul 13:30 Wib. Harga tiket masuknya dibanderol mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 350 ribu. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
12 dari 12 halaman
Menyaksikan kehidupan kota korup di panggung Teater Koma
Pertunjukan ini layak ditonton untuk mengusir kepenatan rutinitas kantor dan kesumpekan macetnya ibu kota. ©2015 merdeka.com/ririn radiawati kusuma
Rekomendasi