Pasca insiden jatuhnya penumpang merupakan mahasiswa Universitas Parahyangan Bandung, Andy Setiawan Haryanto, bus Bandung Tour on Bus (Bandros) belum bisa beroperasi penuh. Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, bus wisata itu akan mengaspal lagi jika anak buahnya sudah menyelesaikan pemindahan kabel listrik, supaya kejadian seperti itu tak terulang.Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menyatakan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung meminta waktu dua bulan buat membenahi kabel membentang di jalanan di Bandung, yang dilintasi Bus Bandros. Sebab saat ini masih banyak kabel yang menjuntai, sehingga dikhawatirkan kejadian menimpa Andy terulang."Jadi Bandros itu hanya akan lewat jalur yang sudah diperbaiki DBMP. Janjinya dua bulan akan perbaiki urusan jalurnya, sehingga kabel akan dipindahkan ke bawah (ducting)," kata Ridwan di Balai Kota Bandung, Jumat (6/11).Tak kecuali bus Bandros merah karena urusan izinnya sudah rampung.Ridwan melanjutkan, dia tidak memberi izin Bus Bandros kuning dan biru beroperasi, sampai urusan administrasi selesai dilakukan oleh pengelola, Neneng Zuraedah, dari Organda Kota Bandung. Sembari menunggu hal itu rampung, DBMP juga terus membenahi kabel yang menjuntai dengan rendah."Sementara bandros tidak akan beroperasi kecuali yang merah, yang lain proses. Tapi walau dalam proses, sementara saya setop dulu (izinnya) dalam dua bulan ini," ujar Ridwan.Bus Bandros sempat tidak diizinkan melintas di jalanan Bandung, pasca kejadian yang menewaskan mahasiswa Unpar, Andy. Saat bus tengah melintas di Jalan Wastukencana, Bandung, Andy diduga lengah hingga tubuhnya tersangkut kabel listrik dan terjatuh ke jalan. Andy mengalami cidera berat di kepala, leher, dan pundak. Dia sempat dirawat Rumah Sakit Santo Borromeous Bandung, tetapi sehari kemudian mengembuskan napas terakhir.
Bandros bisa mengaspal lagi usai Pemkot Bandung benahi kabel listrik
Pemindahan kabel listrik ke dalam tanah ditarget selama dua bulan.
Rekomendasi