Tidak ada proyektil, kaca kantor GO-JEK pecah diduga karena ketapel

Sebelumnya pada Minggu (1/11) pagi kaca kantor GO-JEK yang berada di kawasan Kemang, Jaksel, pecah diduga ditembak.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Tidak ada proyektil, kaca kantor GO-JEK pecah diduga karena ketapel
kantor GO-JEK ditembak. ©2015 Merdeka.com

Polisi masih mendalami dugaan aksi teror yang menimpa kantor ojek berbasis online, GO-JEK, di Jalan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, (1/11) kemarin.Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charlian, dari hasil penyelidikan Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri di lokasi tidak ditemukan proyektil bekas tembakan."Kalau di GO-JEK belum bisa diidentifikasikan sebagai penembakan karena tidak ditemukan proyektil, mungkin saja ketapel, sehingga itu kami belum bisa simpulkan penembakan," kata Anton di gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/11).Anton juga tak bisa menyebutkan insiden tersebut merupakan teror. Sebab, kata dia, masyarakat harus mengerti terlebih dahulu definisi teror itu."Teror itu kan membuat ketakutan publik, tujuannya untuk nakutin, definisi teror harus dikaji kembali dalam kasus GO-JEK itu," tegasnya.Seperti diketahui, pada Minggu (1/11) pagi, kantor jasa layanan ojek online atau GO-JEK yang berada di Jalan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, diduga diteror sejumlah orang tak dikenal.Dugaan awal teror tersebut dilakukan dengan menembakkan senjata api rakitan sehingga sejumlah kaca di kantor tersebut pecah. Namun, pihak GO-JEK membantah telah terjadi perusakan itu dilakukan dengan cara ditembak.Hal itu diungkapkan GO-JEK melalai akun Twitter miliknya yang terverifikasi @gojekindonesia, Minggu (1/11). Manajemen penyedia jasa online ini juga menegaskan tidak ada korban dalam kejadian itu."Kami ingin klarifikasi bahwa tidak ada peluru yang ditemukan di lokasi, hanya kepala obeng yang digunakan tersangka," kicaunya.Sementara itu, polisi juga mendalami bahwa hancurnya kaca kantor GO-JEK bukan akibat tembakan senjata api. Ini terlihat dari pecahan kaca di lokasi kejadian.Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menduga bahwa peluru berbentuk obeng itu tidak berasal dari senapan. Untuk mengetahui lebih lanjut, pihaknya akan mendalami apakah kasus ini penembakan atau bukan."Terkait pecahan kaca belum tahu belum tentu proyektil. Peluru logam yang kami lihat itu belum menunjukkan kasus penembakan namun dengan kasus pecahan kaca kami akan dalami," kata Krishna.

Rekomendasi