Kang Emil bakal evaluasi Bus Bandros yang masih beroperasi

"Minggu depan akan dikumpulkan dan dievaluasi."

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Kang Emil bakal evaluasi Bus Bandros yang masih beroperasi
Ridwan Kamil di Cicadas. ©2014 Merdeka.com

Sejak peristiwa jatuhnya Andy Setiawan Haryanto (20) dari bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil langsung menghentikan operasional bus. Tapi Sabtu (31/10) siang, bus dua tingkat tersebut membandel dan tetap menarik penumpang untuk berkeliling Kota Bandung.Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, mengaku sudah melayangkan teguran langsung agar bus Bandros tidak beroperasi dulu sampai evaluasi selesai dilakukan. Saat ini bus bergaya klasik yang menjadi primadona wisatawan tengah disoroti karena menewaskan Andy saat melintas di Jalan Wastukencana, Bandung pada Rabu (29/10) lalu."Saya sudah tegur. Mungkin dia (pengelola) tidak dengar instruksinya. Harusnya hari ini udah enggak ada yang beroperasi," kata Emil di Bandung, Sabtu (31/10).Pekan depan pria berkaca mata tersebut mengaku akan mengevaluasi operasional Bus Bandros yang memiliki enam unit. Saat ini ada dua pengelola Bus Bandros; Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung dan Komunitas Transportasi."Minggu depan akan dikumpulkan dan dievaluasi. Kalau dari kepolisian mah evaluasinya akan ada penempatan polisi pariwisata biar bisa mengingatkan saat di atas," ungkapnya.Salah seorang pengurus bus Bandros dari Badan promosi pariwisata Kota Bandung (BP2KB) Firman Hidayat berdalih, bahwa dirinya belum mengetahui adanya pembekuan operasional bus Bandros oleh Pemkot Bandung. Sehingga, pihaknya mengaku sempat melayani penumpang yang sudah menyewa bus Bandros."Kami belum mendapatkan informasi secara formal kalau diberhentikan. Makanya tadi jalan aja," katanya saat dikonfirmasi.Namun usai diberi tahu, Bus tersebut langsung tidak boleh mengaspal di jalanan Bandung. Pihaknya pun langsung meminta sopir untuk memberhentikan perjalanan bus Bandros itu."Sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Kami menunggu sampai ada kabar boleh beroperasi lagi," jelasnya.

Rekomendasi