Meski mati lampu sihir 'Mantra Justru' menginspirasi peserta diskusi

"Buku ini bukan hanya untuk belajar menjadi entrepreneur tapi juga berisi social-preneur," ujar Sapto Anggoro.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Meski mati lampu sihir 'Mantra Justru' menginspirasi peserta diskusi
Diskusi buku Mantra Justru. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Ibarat rapalan doa-doa aji kesaktian, 'Mantra Justru' karya A Sapto Anggoro ini mampu mengaduk-aduk otak peserta bedah buku yang digelar di Kedai Kreasi, Jalan Ketintang Baru Selatan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis sore (29/10). Buktinya, di tengah asyik diskusi, lampu kedai tiba-tiba padam hingga lebih dari satu jam. Namun, acara yang digagas Hendro Dwi Laksono ini masih memberi aura 'magis.' Para peserta yang hadir tidak bubar. Justru makin beringas bertanya seberapa ampuh 'Mantra Justru' jika dirapal. Diskusi di Kedai Kreasi milik penulis novel dan pegiat sastra asal Surabaya, Wina ini makin hidup dengan kehadiran Hesti, seorang Event Organiser (EO) yang didapuk sebagai moderator. Kedai Kreasi sendiri, satu dari sekian tempat tongkrongan bagi anak muda untuk menggelar diskusi dan membangun kreativitas di Kota Pahlawan. Ada banyak event, termasuk diskusi digelar di tempat ini. Dan saat Sapto, si penulis buku Mantra Justru dengan dipandu Hesti mulai membuka 'secangkir semangat' nya, para peserta (terdiri dari anak muda, mahasiswa dan beberapa pelaku usaha) khusuk mendengar. Dijelaskan Sapto, buku yang 'menyeret' nama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan CEO KapanLagi Network, Steve Christian untuk menyumbang kata-kata pada pembuka di 'Mantra Justru' ini, merupakan buku berisi kumpulan tulisan Kolom Inspirasi di situs merdeka.com. Kata dia, Mantra Justru menawarkan cerita sukses dari beberapa tokoh sebagai inspirasi. Beberapa di antaranya cerita sukses pengusaha anti mainstream, almarhum Bob Sadino, sukses Mutowil menjual potensi Desa Sentolo lewat sepeda anginnya, dan cerita sukses lainnya. "Buku ini bukan hanya untuk belajar menjadi entrepreneur tapi juga berisi social-preneur. Dari sisi usaha, entrepreneur bukan dibicarakan, tapi dilakukan. Mantra Justru, itu mengelola energi negatif menjadi positif. Orang yang sudah memiliki bahan tapi tidak dioptimalkan. Dan buku ini menawarkan sebuah inspiratif untuk mengubah negatif menjadi positif," papar bapak dua anak asli Jombang ini. Di tengah paparan Sapto yang seru, dan jarum jam juga sudah menunjuk waktu malam, tiba-tiba lampu padam. Acara bubar? Ternyata tidak. Justru peserta diskusi yang semula khusuk mendengar, makin beringas bertanya. Salah satu penanya, adalah M Zurqoni. Pengelola Warung Mbah Cokro ini, mencoba 'membongkar' gelisahnya soal bisnis. Menurutnya, ada banyak buku yang hanya menulis tentang cerita-cerita sukses, tapi tak menjelaskan cerita gagal para pelaku usaha. Pertanyaan inipun dijawab gamblang oleh sang penulis, berdasarkan kisah-kisah tokoh yang ada dalam buku Mantra Justru. Pun begitu dengan penanya-penanya lain, yang ingin mengorek 'rahasia mistis' di balik Mantra Justru.

Rekomendasi