Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar dialog antiterorisme dengan seribuan pemuda Yogyakarta, di JEC (Jogja Expo Center). Dialog ini digelar dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda ke 87.Kepala BNPT, Saud Usman Nasution mengatakan pemuda merupakan partner kerja BNPT. Sebab, pemuda adalah kelompok masyarakat yang bisa menanggulangi penyebaran paham terorisme dan gerakan Islam Irak dan Suriah (ISIS)."Pemuda ini kelompok yang paling rentan tapi sekaligus paling potensial untuk memerangi terorisme. Karena itu kita menggandeng pemuda," kata Saud Usman saat memberikan sambutan pembukaan dialog antiterorisme, Rabu (28/10).Saud Usman menjelaskan pemuda menjadi kelompok yang rentan karena semangatnya yang berapi-api untuk belajar sesuatu. Jika pemuda mempelajari hal yang salah, maka bisa tersesat dan menjadi teroris."ISIS melakukan propaganda melalui media sosial, internet. Pengguna internet aktif kita adalah anak muda. ISIS benar-benar menyasar anak muda untuk direkrut. Karena itu kita harus bentengi anak-anak muda," ujar Saud Usman.Sementara Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin menambahkan permasalahan tidak hanya ada pada diri anak muda sendiri. Namun minimnya informasi yang benar dan guru yang tepat juga membuat semakin rentan."Kalau guru TK saja harus ada ijazah, diwawancara, tapi kalau ustaz, siapa saja bisa. Padahal kita tidak tahu kadar ke ilmuannya," tutur Lukman.
Peringati sumpah pemuda, BNPT gelar dialog antiterorisme di Yogya
Dialog antiterorisme ini digelar dengan menggandeng ribuan pemuda Yogyakarta.
Rekomendasi