FFP dan film pendek Ijolan raih Piala Dewantara di ajang AFI 2015

Film pendek pelajar SMA 1 Purbalingga berjudul 'Ijolan' karya sutradara Eka Susilawati juga mendapatkan Piala Dewantara.

Chandra Iswinarno
Oleh Chandra Iswinarno - Reporter
FFP dan film pendek Ijolan raih Piala Dewantara di ajang AFI 2015
FFP dan Film Pendek Ijolan raih Piala Dewantara. ©2015 Merdeka.com

Festival Film Purbalingga (FFP) berhasil meraih Piala Dewantara dalam kategori Apresiasi festival film di ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015. Tak hanya itu, satu film pendek pelajar SMA 1 Purbalingga berjudul 'Ijolan' karya sutradara Eka Susilawati juga mendapatkan Piala Dewantara untuk kategori Apresiasi Film Fiksi Pendek Pelajar dalam ajang serupa.Direktur FFP yang juga pegiat di Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, Bowo Leksono mengatakan penghargaan menjadi dorongan bagi awak FFP untuk tidak berhenti menggelar festival film. "Artinya, kami harus lebih rajin menabung dan lebih berani utang sana-sini untuk penyelenggaraan festival tahun depan," katanya, Minggu (25/10).FFP digelar kali pertama pada Mei 2007. Format festival film di Purbalingga yang digagas CLC ini, kemudian berubah pada Mei 2011, dengan menggelarnya selama sebulan melalui program Layar Tanjleb keliling desa di wilayah Banyumas Raya sebagai program unggulannya.Menurut seorang juri, Panji Wibowo, selain konsisten dalam penyelenggaraan, FFP juga mampu mendekatkan film dengan penontonnya. "Kami menilai, meskipun Festival Film Purbalingga digelar di kota kecil, namun mampu berkontribusi dalam mengembangkan perfilman Indonesia," ujarnya.Sementara itu, Eka mengemukakan dengan raihan yang dicapai dalam ajang AFI 2015, diharapkan bisa menjadi pemicu kaum pelajar Purbalingga untuk terus meraih prestasi dalam bidang perfilman pendek. "Sudah dua kali, film yang saya dan teman-teman buat dihargai Kemendikbud lewat ajang AFI. Semoga ini menjadi pemicu bagi kami dan pelajar di Purbalingga yang lain untuk terus membuat film dengan atau tanpa bantuan dari sekolah,” tegas Eka Susilawati.Ajang penghargaan bagi insan perfilman nasional tersebut sudah memasuki tahun keempat. Kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini, digelar di Benteng Veredeburg Yogyakarta, Sabtu (24/10) malam. Tak hanya itu, dua film pelajar dari Purbalingga masuk dalam nominasi yaitu 'Sumbangan Dablongan' dari SMA Kemangkon di kategori Apresiasi Film Fiksi Pendek Pelajar dan film 'Para Penggali Pasir' dari SMA Karangreja di kategori Apresiasi Film Dokumenter Pelajar.Sejak penyelenggaraan AFI di tahun 2013, Purbalingga sudah menorehkan penghargaan. CLC diganjar penghargaan Apresiasi Komunitas, sementara film 'Langka Receh' diganjar penghargaan khusus dewan juri. Pada AFI 2014, film 'Penderes dan Pengidep' diganjar Film Independen Pelajar.

Rekomendasi