Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK

Setelah 24 jam lebih diperiksa KPK, Dewie ditetapkan sebagai tersangka penerima suap proyek pembangkit listrik di Papua.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo (baju oranye) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10) dini hari. Dewie Yasin Limpo ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap dalam pembahasan anggaran proyek pengembangan pembangkit listrik mikro hidro di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua tahun anggaran 2016. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
2 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
3 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
4 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
5 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
6 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
7 dari 7 halaman
Wajah sedih Dewie Yasin Limpo berompi tahanan KPK
Tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Komisi VII Dewie Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10). ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
Rekomendasi