Gubernur Aceh duga ada penyusup berniat merusak kedamaian Aceh

Pada Selasa (13/10) terjadi pembakaran rumah ibadah umat nasrani di Aceh Singkil.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Gubernur Aceh duga ada penyusup berniat merusak kedamaian Aceh
gereja dibakar di aceh singkil. ©2015 Merdeka.com

Kerukunan umat beragama di Indonesia kembali diuji. Pada Selasa (13/10) terjadi pembakaran rumah ibadah umat nasrani di Aceh Singkil.Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Zaini Abdullah menduga kejadian tersebut merupakan ulah penyusup yang berniat merusak kedamaian dan kerukunan antar-umat beragama di wilayah Serambi Mekkah itu."Mungkin juga ada yang nyusup. Kita tahu kejadian di Aceh sekarang yang sudah kondusif situasinya. Banyak pihak yang tak suka dengan kondisi ini. Tapi kita harap tak demikian lah," kata Zaini di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).Lebih lanjut Zaini memaparkan, persoalan izin rumah ibadah berawal dari tahun 1979, hingga saat ini persoalan rumah ibadah terus mengalami pasang-surut hingga kejadian terakhir pada Oktober 2015 di Aceh Singkil.Menurut Zaini, telah ada kesepakatan di Aceh bahwa rumah ibadan non-muslim di Acen yang tidak memiliki izin, musti dirobohkan. Zaini mengatakan, beberapa rumah ibadah non-muslim saat ini sedang menunggu perizinan."Jumlahnya ada 10 rumah ibadah. Sebenarnya 17, tapi 7 itu menunggu izin pendiriannya. Yang ada izin hanya 1 gereja dan 4 undung-undung tersebar di Kabupaten Singkil," jelas Zaini.Menurut Zaini, ada kebijakan pemberian kompensasi apabila terjadi pembongkaran rumah ibadah non-muslim.Zaini mengatakan, dirinya telah mendapat kabar bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menginstruksikan Menteri Agama, Lukman Hakim untuk menyambangi Aceh dan membuat suasana di Aceh kembali kondusif."Beliau (Wapres JK) telah memanggil Menteri Agama, dan Menteri Agama akan datang ke Aceh, tanggal 23-24 Oktober ke Singkil," ungkap Zaini.

Rekomendasi