KaBIN Sutiyoso tolak disalahkan tak antisipasi bentrok Aceh Singkil

Dia juga mengklaim anak buahnya di daerah sudah berkoordinasi sebelumnya, tapi tindakan sekelompok orang di luar dugaan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
KaBIN Sutiyoso tolak disalahkan tak antisipasi bentrok Aceh Singkil
Sutiyoso. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tak bisa mengantisipasi bentrokan berdarah antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Akibat bentrokan itu satu gereja terbakar, dua tewas dan empat lainnya luka-luka.Kepala BIN Sutiyoso berdalih hal semacam itu tak mudah diprediksi. "Enggak mudah diprediksi itu ya, dan supaya Anda tahu juga bahwa BIN itu adalah memberikan informasi saja. Kita bukan kapasitas mengeksekusi," kata Sutiyoso di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).Bantahan tersebut dinyatakan Sutiyoso saat menghadiri acara 'Silaturahmi Menko Polhukam dengan pimpinan partai politik dalam rangka menyuarakan Pilkada serentak 2015' di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (16/10) siang.Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menambahkan jajarannya di daerah yakni Komite Intelijen Daerah atau Kominda telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh sejak 12 Oktober tersebut guna menertibkan rumah ibadah yang telah disepakati untuk dibongkar."Di daerah juga, ada Kominda, mereka sudah rapat, sering rapat, yang di Aceh itu bahkan tanggal 12 Oktober pun masih rapat kan dengan Bupati diputuskan untuk ditertibkan bangunan-bangunan yang disebut undang-undang itu kan," lanjutnya.Lanjutnya, dia menyayangkan sikap dari oknum yang ternyata di luar dugaan dengan main hakim sendiri membakar gereja yang tidak berizin itu."Eh kok bangun baru. Pagi nya malah pembakaran dan main hakim sendiri. Cuma satu untung. Aparat sudah mencegah," terangnya.Untuk diketahui, bentrok di Kabupaten Aceh Singkil berimbas pada pembakaran rumah ibadah dan menewaskan 2 orang serta 4 orang luka-luka. Sejauh ini, polisi sudah menangkap 40 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Rekomendasi