Bentrokan warga di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil yang berimbas pada pembakaran sebuah gereja dan tewasnya dua warga serta empat orang luka-luka, membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat. Saat ini, pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Aceh Singkil sedang berupaya mengembalikan warga ke rumahnya masing-masing.Polri menyatakan siap membantu pemerintah daerah untuk mengawal kepulangan warga. Bukan hanya polisi, TNI juga dipastikan akan ikut mengawal jika warga masih merasa takut pasca kerusuhan tersebut."Kalau mereka (warga Singkil) ragu-ragu, aparat keamanan, Polri dan TNI siap mengawal sampai ke tempatnya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Suharsono saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (16/10).Penjemputan para warga dipastikan Suharsono akan berjalan lancar dan aman. "Seperti dari 47 orang (yang diamankan) kemarin, yang tidak ada kaitannya diantar pulang dengan pengamanan," ujar dia.Dikonfirmasi apakah ada tersangka baru dalam bentrokan ini, Suharsono mengaku belum ada perkembangan. "Tersangka masih tetap, tiga yang ditahan," pungkas dia.Sebelumnya, telah terjadi bentrok warga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Akibat insiden tersebut, sebuah gereja ikut dibakar oleh warga. Selain itu, pecahnya bentrok mengakibatkan dua warga tewas dan empat luka-luka.Bukan hanya itu, dampak buruk dari bentrokan ini pun harus dirasakan oleh sebagian warga setempat. Suasa yang mencekam saat terjadinya kerusuhan, memaksa warga mengungsi ke beberapa daerah yang dianggap aman.
Polisi dan TNI siap kawal kepulangan pengungsi bentrok Singkil
Pengawalan akan dilakukan sampai warga kembali ke rumah masing-masing.
Rekomendasi