Sepuluh hari telah berlalu paska ditemukannya bangkai pesawat perintis Aviastar berikut jenazah penumpang dan awak pesawatnya di Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Barang bukti berupa serpihan bertulis Aviastar dan kotak hitam alias black box pesawat sudah di tangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Isi rekaman black box tersebut saat ini masih dianalisa.
"Black box nya kita sudah buka. Rekamannya sudah dibaca. Cukup bagus dan jelas. Dan saat ini sementara dianalisa," kata ketua KNKT, Sorjanto Tjahjono yang dikonfirmasi Rabu malam, (14/10).
Soerjanto menuturkan, untuk pengembangan penyelidikan kecelakaan pesawat yang mengangkut tujuh penumpang dan tiga awak pesawat ini, tim KNKT akan berada di Kabupaten Luwu selama empat hari. Tim ini dipimpin Kapten Nurcahyo sebagai investigator.
"Malam ini, tim yang dipimpin Kapten Nurcahyo tiba di Jakarta," tutur Soerjanto Tjahjono dari balik telepon.
Disinggung soal sekelumit isi rekaman tersebut, Soerjanto mengatakan, akan dipaparkan jika semua penyelidikan tuntas. Sehingga bisa sekaligus disampaikan berikut penyebab jatuhnya pesawat ini.
Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan rencananya akan menyerahkan dokumentasi evakuasi penumpang pesawat Aviastar di Mapolda Sulsel, Kamis (15/10). Namun Sorjanto mengaku belum mengetahui isi dokumentasi yang akan diserahkan.
"Saya juga belum tahu, belum lihat foto-foto dokumentasi itu. Yah kita terima, informasi apapun itu pasti akan berguna," ucapnya.
Dia menuturkan, KNKT punya banyak pekerjaan rumah terkait analisa rekaman jatuhnya pesawat. Mulai dari AirAsia dan Trigana Air disusul Aviastar. Belum lagi helikopter yang jatuh di Medan.
"Iya ini tim investigator kita belum sempat duduk di kantor. Masih muter-muter," ujarnya.