Sebelum rusuh, situasi Aceh Singkil sudah tegang sejak sepekan lalu

Akibat kerusuhan itu, sebuah gereja dibakar, sementara dua orang tewas.

Aryo Putranto Saptohutomo
Sebelum rusuh, situasi Aceh Singkil sudah tegang sejak sepekan lalu
Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Bentrokan antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupatan Aceh Singkil, terjadi hari ini, Selasa (13/10). Namun ternyata, sejak sepekan lalu, situasi di daerah itu sudah tegang.Menurut Humas Pemkab Aceh Singkil, Kaldum, sejak sepekan lalu, tuntutan massa buat membongkar gereja dianggap ilegal sudah digaungkan. Sebab menurut dia, pada 1979, ada perjanjian dari umat Nasrani mereka hanya membangun satu gereja dan empat undung-undung. Namun perlahan, jumlah rumah ibadah itu terus bertambah seiring waktu."Pecahnya hari ini, tapi tuntutan sudah sepekan lalu," kata Kabag Humas Pemkab Aceh Singkil, Kaldum, saat dihubungi merdeka.com.Menurut Kaldum, aspirasi dan desakan warga supaya Pemkab segera membongkar gereja dianggap ilegal sudah disampaikan. Namun, lanjut dia, lantaran langkah Pemkab dianggap lamban, maka masyarakat yang tidak sabar langsung turun ke jalan."Karena langkah Pemkab dianggap lambat. Awalnya mereka mau membongkar, tapi enggak direspon. Makanya pecah pertikaian hari ini," ujar Kaldum.Buntut kerusuhan itu, sebuah gereja di Kecamatan Gunung Meriah dibakar massa. Bahkan, jatuh dua korban tewas dan empat luka-luka.

Rekomendasi