Proses penjemputan jemaah haji asal Karawang, Jawa Barat, yang tergabung dalam kloter 26, di halaman kantor Pemerintah Daerah Karawang diwarnai keributan. Selain saling berburu untuk dapat bertemu para jemaah haji, pihak keluarga juga terlibat saling berebut barang bawaan para jemaah, Jumat (9/10).Keluarga terlibat saling berdesakan dan saling mendahului agar bisa masuk ke Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Sebagian di antaranya bahkan terlibat saling dorong, sehingga situasi kian tak menentu.Petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibuat kewalahan, dan akhirnya membiarkan aksi keluarga jemaah tersebut.Atas kejadian itu, membuat sebagian jemaah yang berusaha mengambil barang secara sendiri-sendiri, mengalami kebingungan. Sebab selain harus berdesakan barang bawaan mereka banyak yang tertukar, mesti sudah diberi tanda atau label berbeda, seperti tanda pita."barang saya enggak ada, sepertinya tertukar dan susah karena saya harus berebut," Kata Arfan, salah seorang jemaah haji.Secara keseluruhan, jemaah haji yang berjumlah 444, tergabung dalam kelompok terbang 26, dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat."Semuanya Allhamdulillah bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat, seluruhnya berjumlah 444 orang," terang Petugas Pendamping Haji Karawang Widia Kartika Sari.
Penjemputan jemaah haji di Karawang ricuh, banyak barang tertukar
Keluarga dan jemaah haji yang datang saling dorong-dorongan. Petugas yang tak bisa mengendalikan keadaan, menyerah.
Rekomendasi