Sutatik Wongso Dimejo (80), salah satu jemaah haji asal Kabupaten Klaten hingga hari ini belum kembali ke maktab di Makkah, Arab Saudi. Jemaah haji asal Embarkasi Solo yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 70 tersebut sudah 12 hari menghilang.Pejabat Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi mengemukakan, pihaknya mendapatkan laporan dari petugas di Tanah Suci terkait belum kembalinya warga Dukuh Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring itu."Usai lempar jumrah aqobah di lantai bawah Mina sampai sekarang belum kembali," ujar Gentur, Rabu (7/10).Gentur menjelaskan, meskipun hilang, Sutatik tidak termasuk korban tragedi Mina. Karena tidak masuk dalam daftar yang dirilis pemerintah. Pihaknya meminta petugas di Tanah Suci terus mencari keberadaannya. Karena Sutatik berangkat menunaikan ibadah rukun Islam ke lima, tidak bersama pendamping."Sampai sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi. Kami berharap beliau bisa ditemukan dalam kondisi sehat walafiat," katanya.Selain Sutatik, lanjut Gentur, pihaknya juga masih mencari haji lain dari Embarkasi Solo yang belum diketahui keberadaannya dari Kloter 62 asal Kota Semarang bernama Soegang Triyanto. Suami dari Sri Prabandari itu, masuk daftar pencarian jemaah yang menjadi korban tragedi Mina.
2 Jemaah haji embarkasi Solo hilang usai lempar jumroh
Meskipun hilang, Sutatik (80) tidak termasuk korban tragedi Mina karena tidak masuk dalam daftar yang dirilis pemerintah
Rekomendasi