Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kecelakaan kereta rel listrik (KRL) bernomor KA 1154 tujuan Jakarta Kota menuju Bogor dan KA 1156 relasi Jakarta Kota menuju Bogor di Stasiun Juanda, Rabu (23/9), dikarenakan faktor kesalahan manusia (human error). Tito menilai, asisten masinis KRL 1156 diperkirakan belum menguasai medan."Jadi dia ini (asisten masinis) masih muda sekitar umurnya itu 20-an dan baru, ya belum sampai setahun (kerja sebagai pegawai PT KAI). Mungkin dia belum tahu medan. Tapi kemungkinan besar tidak tahu medan. Harusnya kalau lampu merah itu berhenti," ujar Tito di Polda Metro Jaya, Jumat (25/9).Dari pemeriksaan awal, kata Tito, belum ditemukan masalah pada kereta tersebut. Sehingga diperkirakan kecelakaan itu murni karena kesalahan manusia."Untuk sementara, pemeriksaan terhadap kereta tersebut tidak ada masalah. Yang masalah adalah orang masinisnya atau asistennya," katanya.Tito mengatakan 30 orang sudah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Sedangkan dugaan asisten masinis tersebut menggunakan narkoba saat mengemudikan kereta itu hingga kini belum terbukti."Hasil tes urine hasilnya negatif dan saat ini sudah 30 orang diperiksa," pungkas Tito.Seperti diketahui, pada Rabu (23/9) kemarin, kereta rel listrik (KRL) bernomor KA 1154 tujuan Jakarta Kota menuju Bogor menubruk KA 1156 relasi Jakarta Kota menuju Bogor di Stasiun Juanda. 42 orang dikabarkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
30 Orang diperiksa polisi terkait kecelakaan KRL di Stasiun Juanda
Dari pemeriksaan awal, diperkirakan kecelakaan itu murni karena kesalahan manusia.
Rekomendasi