Personel JKT48 ini mendadak jadi perbincangan publik. Bukan karena prestasinya, tetapi akibat salah mengartikan semboyan 'Tut Wuri Handayani'. Alhasil, dia dibully pengguna media sosial.Sungguh miris, padahal semboyan ini memiliki filosofi begitu dalam di dunia pendidikan. Kata-kata ini diperkenalkan sendiri oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara."Dan aku juga mengenalkan budaya Indonesia ke mereka. Seperti Tut Wuri Handayani yang artinya walaupun berbeda tetap satu," demikian dikutip dari akun Twitter Della yang diunggah pada Minggu (24/9) kemarin.Padahal, kata-kata yang sederhana namun memiliki arti yang sangat dalam ini justru dipraktikkan di sekolah-sekolah Finlandia. Negeri ini disebut-sebut negara dengan sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia.Semboyan Tut Wuri Handayani telah dipakai sejak Finlandia mereformasi sistem pendidikannya selama 20 tahun. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan setahun lalu."Negeri lain pun menengok masalahnya kita jadi kita pun harus melakukan perubahan. Seperti negara Finlandia melakukan perubahan dunia pendidikan selama 20 tahun sejak awal tahun 1980 sampai tahun 2000," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan di Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/14) lalu."Filosofi Ki Hajar Dewantara di sana dipraktikkan," imbuh Anies.Ki Hajar Dewantara tak hanya membuat satu semboyan saja, dia juga memperkenalkan dua semboyan lainnya untuk dipakai dan diamalkan setiap guru-guru. Tut Wuri Handayani sendiri memiliki arti 'dari belakang berupaya penuh memberi dorongan dan arahan'.Selain Tut Wuri Handayani, masih ada dua semboyan, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, dan Ing Madyo Mangun Karso. Masing-masing kalimat ini memiliki arti 'di depan sebagai panutan' serta 'di tengah sebagai pelopor'.
Miris, Finlandia saja pakai 'Tut Wuri Handayani', member JKT48 salah
Finlandia disebut memiliki sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia.
Advertisement
Rekomendasi