Takut kabut asap, panitia suruh penerima ambil sendiri daging kurban

Ada 1.200 kupon yang disediakan dengan berat masih-masing daging yang dibagikan 1 kg lebih.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Takut kabut asap, panitia suruh penerima ambil sendiri daging kurban
hewan kurban. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Pekatnya kabut asap di hari raya Idul Adha tahun ini membuat panitia kurban mengambil keputusan untuk menyuruh warga untuk mengambil sendiri daging kurban yang disediakan. Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diantar langsung ke rumah-rumah warga.Kondisi ini terjadi di masjid Assaadah Polda Sumsel. Di masjid ini, terdapat 16 ekor sapi dan 5 ekor kambing dipotong, empat di antaranya berasal dari sumbangan kurban Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri.Menurut ketua panitia kurban masjid Assaadah Polda Sumsel, AKBP M Thoat Ahmad, pihaknya menyiapkan 1.200 kupon daging untuk dibagikan kepada mustahik (mustahik), seperti fakir miskin, panti asuhan, para purnawirawan dan warakawuri (janda pensiunan Polri) serta masyarakat di sekitar Mapolda Sumsel."Ada 1.200 kupon yang kita bagikan. Satu kantong berat dagingnya satu kilo lebih," ungkap Thaot, Kamis (24/9).Dikatakannya, pihak panitia awalnya akan mengantar langsung daging tersebut kepada penerima kupon. Ini untuk menghindari kericuhan akibat banyaknya penerima. Namun, rencana itu dibatalkan karena kondisi udara di kota itu diselimuti kabut asap pekat."Tadi kita suruh penanggung jawab pembagian kupon untuk diinformasikan ke warga. Biar warga datang saja untuk mengambil dagingnya. Sampai sore tetap kita layani," kata dia.Pantauan merdeka.com, sejak siang warga mulai berdatangan di Mapolda Sumsel untuk mengambil jatah daging kurban. Sementara sebagian panitia masih memotong daging kurban, sebagian yang lain mulai mengatur pembagian ke warga.

Rekomendasi