Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengaku pernah diberikan kenang-kenangan sebuah jas oleh almarhum pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Jas bermerek Italia itu masih tersimpan dengan baik di kamar rumah mantan aktivis ICW ini."Itu jas pertama yang saya punya, tahun 1990 ya, waktu ditugaskan saya YLBHI kursus ke Tunisia, saya termasuk yang ikut, waktu itu bang Buyung bantu ngajar gerakan bantuan hukum," kata Teten di rumah duka di Jalan Poncol Lestari, Jakarta, Rabu (23/9).Dia menceritakan kenangannya bersama Adnan Buyung yang kerapkali berdiskusi soal hak asasi manusia dan demokrasi."Bang Buyung saat itu sedang kuliah juga Doktor di Utrech dan hasil studinya luar biasa, tesisnya tentang konstitusi. Sehabis kursus kalau sedang suntuk waktu sore kami duduk berdua, kadang berdebat soal hukum HAM juga, kalau sudah jenuh biasanya kita jalan-jalan ke kota terindah di Tunisia, ke pantai," kenang dia."Ya mungkin karena waktu itu karena saya pakai kaos, lalu tiba-tiba Bang Buyung langsung buka jasnya dan saya simpan sampai sekarang, waktu nikah tahun 1995 juga saya pakai, saya koleksi dan simpan sebagai kenangan, waktu pulang dari Belanda dia kasih uang dan bilang 'belilah baju yang pantas'," tambah dia.Teten mengaku, dirinya kerap berkomunikasi dengan Buyung dan selalu diingatkan untuk tetap konsisten terhadap perjuangan hukum."Memang ada janji untuk ketemu, kemarin waktu di RS rencana mau ketemu, tapi enggak bisa dan enggak sempat, tapi ya Tuhan keburu memanggilnya. Jasa-jasanya di bidang ham dan demokrasi akan selalu terkenang," tukas dia.
Cerita Teten Masduki diberi jas dan uang saku oleh Adnan Buyung
Jas itu dipakai Teten saat ditugaskan ikut kursus mewakili YLBHI di Tunisia pada tahun 1990.
Rekomendasi