2 Mucikari pasarkan artis & model PSK lewat grup Princess Manajemen

Usia rata-rata perempuan yang ditawarkan kedua tersangka kepada pelanggannya, antara 20 hingga 30 tahun.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
2 Mucikari pasarkan artis & model PSK lewat grup Princess Manajemen
Mucikari penjual artis dan model ditangkap. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Polisi masih terus mengembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model Anggita Sari. Dari penelusuran penyidik, ditemukan banyak grup-grup Facebook (FB) maupun BlackBerry Messenger (BBM) yang memiliki kesamaan dengan grup prostitusi online yang dikelola dua tersangka, Alvania Tiar Silsilah (25) asal Purwokerto, Jawa Tengah dan ‎Alen Saputra (23), asal Palembang, Sumatera Selatan."Kami masih melakukan pendalaman soal ini. Dari pengakuan kedua tersangka, grup yang dikelola kedua tersangka ini dioperasikan langsung oleh tersangka AS (Alen), melalui ponselnya. Sedang tersangka AT (Alvania), merupakan penyedia wanita-wanita yang siap melayani pria-pria hidung belang," terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, Jumat (11/9). Sementara grup BBM dan FB, yang diketahui sebagai jejaring sosial penyedia layanan sek-esek yang melibatkan artis Anggita Sari, bernama Princess Manajemen. "Grup-grup ini, memiliki nama-nama yang selalu berubah-ubah. Ada banyak nama grup di jejaring sosial yang mirip dengan yang dikelola dua tersangka. Seperti Princess Manajemen ini misalnya, juga perubahan dari grup Angel sebelumnya," papar Takdir. Dari pengakuan tersangka sendiri, Kamis kemarin, Alvania mengaku kalau bisnis esek-esek via online yang dikelolanya bersama Alen tersebut baru dimulainya sejak Agustus lalu. Dan selama satu bulan, dia sudah memiliki banyak pelanggan dan sekitar 83 PSK, yang terdiri dari 63 perempuan anggota grup Princess Manajemen dan sekitar 20 PSK freelance. Usia rata-rata perempuan yang ditawarkan kedua tersangka kepada pelanggannya, antara 20 hingga 30 tahun. Mereka dari kalangan mahasiswa, pekerja, SPG (sales promotion girl), model dan artis, salah satunya Anggita Sari. "Anggita Sari dikenalkan teman di Surabaya. Saya tidak kenal, tahu ya via online. Soal tarif, yang nentuin Anggita Sari sendiri. Saya dapat bagian 30 persen yang ditransfer usai main," aku Alvania. Tarif yang dibanderol tersangka memang bervariasi, antara Rp 1,5 juta untuk sekali booking, hingga 5 juta rupiah sekali main. Sedangkan untuk tarif model dan artis sekelas Anggita Sari, dibanderol Rp 10 juta sekali main. Anggita Sari sendiri, juga memberlakukan tarif short time Rp 8 juta perjamnya.

Rekomendasi