Kibarkan bendera palu arit, bule asal Rusia bikin geger Badung Bali

Dmitri merupakan WN Rusia yang sudah menetap di Bali lebih dari enam tahun. Di Bali dia bekerja sebagai pelatih surfing.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Kibarkan bendera palu arit, bule asal Rusia bikin geger Badung Bali
Bendera berlambang Palu Arit berkibar di Bali. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Seorang turis asal Rusia yang sudah lama menetap di sebuah vila di wilayah Mengwi, Kabupaten Badung di Bali membuat geger warga sekitar. Bahkan bule bernama Maslennikov Dmitri (49) itu juga langsung diamankan polisi setempat karena ulahnya.Kejadian itu bermula saat bule itu mengibarkan bendera warna merah dengan panjang 120 CM X 100 CM, bergambar palu-arit di atasnya gambar bintang padma kecil vila di wilayah Mengwi, tempat dia menginap.Aksi pengibaran bendera ini membuat Dmitri (49) akhirnya berurusan dengan pihak kepolisian di Polres Badung, Rabu (2/9)."Pemilik bendera sudah kita periksa, dan saat ini kita wajibkan selanjutnya untuk periksa jalan terkait pengibaran bendera ini. Ya, gambarnya palu arit, warna bendera merah, warna gambar kuning," ungkap Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Boy Jumalolo, di Polres Badung, Bali.

Dari pemeriksaan sementara pengibaran bendera tersebut dikatakan Dmitri bahwa itu adalah bendera kebangsaan Uni Soviet. Dmitri mengibarkan bendera tersebut dengan alasan hanya untuk mengetahui arah angin yang berhembus.Sebelum mengibarkan bendera ini, Dmitri mengatakan bahwa dia mengibarkan bendera merah putih. Namun baru dua bulan dikibarkan, bendera tersebut robek."Menurut dia, bagus tidaknya angin di laut dapat dilihat dari kibaran bendera. Kalau anginnya buruk dia meyakini gelombang laut juga buruk," ujar Boy mengutip pengakuan Dmitri.Kata Boy, bahwa Dmitri merupakan warga asal Rusia yang sudah menetap di Bali lebih dari enam tahun. Di Bali dia bekerja sebagai pelatih surfing.

"Kalau angin kencang, dilihat dari pergerakan bendera. Ia tidak akan melatih, dari kencangnya kibaran bendera dia menentukan kekuatan angin," terangnya.Dari pemeriksaan, Dmitri menyebut bendera itu didapat dari temannya yang juga berkebangsaan Rusia. Ia mengakui di hadapan polisi tidak ada niat apapun terkait pemasangan bendera tersebut apalagi kalau dikaitkan dengan partai komunis di negara ini."Dia mengaku tidak tahu kalau bendera dengan lambang palu-arit dilarang di Indonesia. Dia berani pasang karena selama di Bali banyak melihat bendera-bendera aneh yang dilihat dikibarkan (bendera ormas), sehingga dirinya beranikan diri kibarkan bendera itu," ungkap Boy yang mengaku masih akan mendalami tentang kasus ini."Kita baru periksa sementara, masih akan kita dalami lagi tujuan sebenarnya," imbuhnya.


Dari keterangan warga sekitar, Maslennikov Dmitri ternyata sudah lama menetap di sebuah vila di wilayah Mengwi. Warga Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi sering menyebutnya tuan Demi (Dmitri)."Orangnya memang jarang keluar, tetapi sangat murah senyum. Kita panggil namanya Tuan Demi," ungkap Eka, salah seorang warga setempat Rabu petang (2/9) lalu.Kata dia, saat pengibaran bendera tidak semua orang melihat. Bendera palu-arit itu berkibar setelah salah seorang buruh proyek melaporkan kepada kepala lingkungan setempat, Nyoman Darpa.Hal itupun dibenarkan Darpa, sebelum melaporkan ke Polsek Mengwi, dia bersama tokoh adat dan warga sempat mendatangi rumah tuan Demi. "Kita baru bisa masuk vila setelah bersama pihak Polsek dan Danramil," ungkapnya.

Sebelumnya, lajang asal Rusia yang sudah enam tahun di Bali dan bekerja sebagai pelatih surfing, ini diperiksa di Polsek Mengwi. Namun karena kasusnya menyangkut pengibaran bendera yang menjadi sejarah hitam bangsa Indonesia, akhirnya dilimpahkan ke Polres Badung."Kasusnya sudah kita periksa sementara, untuk saat ini masi didalami di Polres Badung. Ya, dilimpahkan ke Polres Badung kasusnya," ungkap Kapolsek Mengwi, Kompol I Nengah Sumadi.Dmitri sendiri mengakui bahwa pengibaran bendera itu baru berlangsung selama 1 jam. Bahkan sebelumnya bendera merah putih, karena robek, akhirnya diganti. Tujuan memasang, untuk mengetahui embusan angin."Sejauh ini alasannya untuk mengetahui kekuatan angin. Tetapi kita akan dalami, terutama asal usul dari Dmitri, serta kegiatan selama menetap di Bali," singkat Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Boy Jumalolo.

Rekomendasi