Artis AS tak sebut tamu yang mengencaninya pejabat atau bukan

Untuk sekali kencan, tarif AS mencapai antara Rp 8 hingga 10 juta rupiah.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Artis AS tak sebut tamu yang mengencaninya pejabat atau bukan
Artis AS ditangkap polisi Surabaya. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Polisi masih terus melakukan pendalaman terkait keterlibatan artis dan model berinisial AS yang ditangkap di salah satu hotel di kawasan Surabaya selatan, Jawa Timur. Sayangnya, kondisi AS saat ini masih dalam keadaan mabuk berat karena menelan ekstasi yang sudah dibuktikan melalui tes urine. Meski begitu, penyidik sedikit memperoleh keterangan dari AS, kalau dia dijual oleh tersangka BS. "Untuk sekali kencan, tarif AS mencapai antara Rp 8 hingga 10 juta rupiah. Usai melayani tamu, dia mentransfer Rp 1,5 juta ke rekening BS," terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP ‎Takdir Mattanete, Kamis (3/9). Kepada polisi, dalam keadaan mabuk berat itu, AS juga mengaku sejak hari Senin sampai dia ditangkap, dia sudah melayani beberapa tamu di kamar hotel. "Cuma dia tidak menyebut apakah tamu-tamunya itu pejabat atau orang biasa. Dia hanya menyebut nama BS, selaku mucikari," papar Takdir. Polisi dengan dua melati di pundak ini, juga menyebut, tersangka BS, yang kini sudah ditetapkan sebagai DPO, memiliki jaringan yang sama dengan tersangka YY, yang juga DPO. Tersangka YY, merupakan mucikari yang menjual empat Sales Promotion Girl (SPG) ke pria hidung belang di Surabaya. Empat SPG ini, dijual YY ke pria hidung belang antara Rp 3 hingga 5 juta rupiah. "Modusnya sama, kedua mucikari ini menjual SPG-SPG dan artis-artis melalui grup BBM dan FB. Jika ada peminat, dia akan menghubungi si artis atau SPG, lalu dihubungkan dengan pelanggan. Kemungkinan, dua mucikari ini juga ada kaitannya dengan kasus mucikari artis yang ada di Jakarta. Kita masih lakukan pendalaman dan akan berkoordinasi dengan Jakarta," tandas Takdir.

Rekomendasi