Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis

Perajin tempe di Malang terpaksa memperkecil ukuran untuk mengimbangi harga kedelai yang terus naik.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis
Khusnul Djuari (52) saat mengolah kedelai di pabrik pembuatan tempe di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (1/9). Naiknya dolar menyebabkan harga kedelai melonjak dan memaksa Djuari memilih memperkecil ukuran irisan tempe yang dijual di pasar. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
1 dari 4 halaman
Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis
Djuari saat mengolah kedelai di pabrik pembuatan tempe di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (1/9). ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
2 dari 4 halaman
Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis
Djuari saat mengolah kedelai di pabrik pembuatan tempe di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (1/9). ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
3 dari 4 halaman
Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis
Kondisi ukuran tempe buatan Djuari yang semakin tipis. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
4 dari 4 halaman
Imbas dolar naik, ukuran tempe di Malang menipis
Selama ini kebutuhan kedelai Djuari diimpor dari Amerika, sementara kedelai lokal sulit didapatkan ditambah kualitasnya di bawah kedelai impor. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
Rekomendasi