Polri minta tanggung jawab jika capim tersangka lolos, ini kata KPK

"Pansel mau dipanggil Bareskrim itu mungkin komitmen antara Bareskrim dengan Pansel kok," kata Indriyanto.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Polri minta tanggung jawab jika capim tersangka lolos, ini kata KPK
Plt pimpinan KPK foto bareng di istana. ©2015 Merdeka.com/putri

Bareskrim Mabes Polri bakal meminta pertanggungjawaban Pansel Capim KPK jika tetap meloloskan calon yang tersangkut tindak pidana. Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso bahkan mengingatkan pihak Pansel untuk lebih teliti dalam meloloskan para calon.Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji tidak mempersalahkan hal tersebut. Menurut dia, sikap itu ditunjukkan Budi lantaran adanya komitmen antara Bareskrim dan pihak Pansel."Pansel mau dipanggil Bareskrim itu mungkin komitmen antara Bareskrim dengan Pansel kok. Jadi enggak masalah," kata Indriyanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Jakarta, Senin (31/8).Lebih jauh, Indriyanto menolak berkomentar terkait pernyataan jenderal bintang tiga tersebut. Dia beralasan, hal itu tidak berkaitan dengannya."Saya tidak mau komen karena tidak berkaitan dengan saya," tegas Indriyanto.Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso memberi ultimatum kepada Pansel Capim KPK terkait kandidatnya tersangkut masalah hukum. Budi menegaskan akan meminta tanggung jawab kepada pihak Pansel jika sewaktu-waktu calon itu ditetapkan sebagai tersangka."Saya sampaikan minta pertanggungjawaban saja, kalau dikemudian hari ada yang meningkat jadi tersangka. Tim pansel harus tanggung jawab," kata Budi di Bandung, Kamis (27/8).Budi beralasan, hal itu dilakukan agar tidak ada pimpinan KPK yang bermasalah di kemudian hari. Apa lagi, lanjut dia, berstatus tersangka di Bareskrim Mabes Polri. Sebab, Budi tidak mau penetapan status tersangka terhadap pimpinan KPK dianggap bentuk kriminalisasi terhadap lembaga antirasuah."Karena jangan sampai di kemudian hari setelah dilantik, kasus naik jadi penyidikan nanti Polri malah dianggap kriminalisasi," pungkas Budi.

Rekomendasi