Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan

Dibanding menaikkan harga, mereka memilih untuk mengurangi isi keripik tempe di setiap bungkusnya.

Nanda Farikh Ibrahim
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Kesibukan pekerja saat mengemas keripik tempe di salah satu industri rumahan di Sentra Produksi Keripik Tempe Sanan, Kota Malang, Jumat (28/8). Beberapa hari terakhir, produsen oleh-oleh khas Malang ini dibuat pusing dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
1 dari 5 halaman
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Karena, anjloknya nilai tukar rupiah membuat harga kedelai impor mengalami kenaikan hingga menjadi Rp 6.600 per kilogram. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
2 dari 5 halaman
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Agar tak mengalami kerugian cukup besar, beberapa produsen memilih untuk mengurangi isi keripik tempe di setiap bungkusnya daripada menaikkan harga jual. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
3 dari 5 halaman
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Sebelumnya, setiap bungkus berisi 13 keripik tempe. Namun kini hanya 12 keripik tempe. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
4 dari 5 halaman
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Kesibukan pekerja saat menggoreng keripik tempe di salah satu industri rumahan di Sentra Produksi Keripik Tempe Sanan, Blimbing, Kota Malang, Jumat (28/8). ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
5 dari 5 halaman
Rupiah anjlok, produsen keripik tempe khas Malang kurangi irisan
Satu bungkus keripik tempe yang siap dipasarkan. Isinya tampak lebih sedikit dari biasanya. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
Rekomendasi