Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi

Rumah yang berdiri sejak 1960-an itu masih terlihat asli hingga sekarang.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Editor
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Tampilan depan rumah tempat kelahiran Bung Hatta terlihat kental dengan keasliannya yang bergaya tempo dulu di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
1 dari 5 halaman
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Di sepanjang dinding kayu rumah kelahiran Bung Hatta terdapat banyak foto-foto dokumentasi tentang Bung Hatta, keluarga dan orang-orang terdekatnya. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
2 dari 5 halaman
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Pada dinding Rumah Kelahiran Bung Hatta juga terdapat bagan silsilah keluarga Bung Hatta, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayahnya. Ada pula dokumentasi foto Syekh Djamil Djambek yang menjadi guru agama bagi Bung Hatta. Mengaji memang menjadi sebuah kegiatan sangat penting dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari anak-anak Minangkabau. Bahkan mereka, seperti juga Bung Hatta ketika masih kecil, sering tidur di surau. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
3 dari 5 halaman
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Beberapa benda peninggalan keluarga Bung Hatta juga disimpan di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, seperti mesin jahit tua milik nenek Bung Hatta. Rumah Kelahiran Bung Hatta ini memang adalah rumah neneknya. Di lantai satu ada kamar Mamak Idris, paman Bung Hatta. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
4 dari 5 halaman
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Di rumah utama ini juga terdapat kamar bujang, ruang baca Bung Hatta, serta perabotan rumah lainnya yang kebanyakan masih asli. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
5 dari 5 halaman
Menengok rumah tempat kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
Perabotan kayu rumah kelahiran Bung Hatta yang dibuat dari kayu surian, sejenis kayu Jati di Jawa, semuanya masih asli, demikian juga lampu dan karpet, serta benda-benda lainnya yang masih asli. Hanya tikar yang telah diganti baru, namun disamakan dengan jenis dan bentuk aslinya. ©2015 Merdeka.com/portrait of indonesia
Rekomendasi