Ulama Sumsel menganjurkan Saiton mengganti namanya dengan nama yang baik. Sebab, nama tersebut termasuk dalam golongan yang tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan hukumnya haram.Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel KH Sodikun mengungkapkan, tidak masuk akal jika setiap mengganti nama, Saiton selalu sakit. Bisa saja, itu hanya kebetulan saja dan tidak bisa menjadi alasan."Ganti nama dengan sakit itu tak ada kaitannya, tak mungkin. Itu praduga yang salah," ungkap Sodikun saat dihubungi merdeka.com, Kamis (27/8).Menurut dia, tidak ada dampak buruk mengganti nama yang jahat menjadi bagus. Sebaliknya, akan mengalami musibah jika nama baik diubah nama yang tidak sesuai anjuran."Pada dasarnya memang harus nama yang baik. Itu adalah doa dan pengaruhi kelakuan," ujarnya.Dalam Islam sendiri, kata dia, nabi Muhammad juga pernah mengubah nama seseorang yang memiliki nama yang buruk. Begitu juga pada zaman khalifah Umar bin Khattab yang melakukan hal serupa."Nah, salah kalo orang bilang apalah arti sebuah nama. Salah besar. Dan sah-sah saja diganti, itu dilakukan nabi dan Umar bin Khattab," tutupnya.
Saiton ganti nama lalu sakit, MUI sebut itu tak masuk akal
"Ganti nama dengan sakit itu tak ada kaitannya, tak mungkin. Itu praduga yang salah," ungkap Sodikun.
Advertisement
Rekomendasi