Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas

Berturut-turut kendaraan alat berat yang digunakan petugas tiba-tiba mati saat hendak membongkar rumah tersebut.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Warga berada di dekat rumah milik Haji Musa di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8). Rumah tingkat dua yang berada di di RT 11 RW 03 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara tersebut masih berdiri di antara puing bangunan warga lain akibat petugas kesulitan merobohkan. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
1 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Menurut warga, mesin kendaraan alat berat yang digunakan petugas tiba-tiba mati saat hendak membongkar rumah tersebut. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
2 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Kondisi rumah milik Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
3 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Rumah Haji Musa biasa digunakan oleh warga untuk mengaji dan salat tarawih. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
4 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Warga saat berada di dalam rumah Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
5 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Kondisi rumah milik Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
6 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Kondisi rumah milik Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
7 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Kondisi rumah milik Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
8 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Kondisi rumah milik Haji Musa. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
9 dari 9 halaman
Kisah rumah Haji Musa di Kampung Pulo sulit dirobohkan petugas
Rumah Haji Musa masih berdiri kokoh di tengah puing reruntuhan. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago
Rekomendasi