SMPN 2 Sawan kebakaran, seluruh siswa belajar di halaman

"Kerugian kami tafsir Rp 1 miliar, ini sudah kami ajukan permohonan ke Dinas," ujar Kepsek.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SMPN 2 Sawan kebakaran, seluruh siswa belajar di halaman
SMPN 2 Sawan kebakaran seluruh siswa belajar di halaman. ©2015 Merdeka.com

Kebakaran yang menghanguskan 10 ruangan di gedung sekolah SMPN 2 Sawan, Buleleng di Bali, membuat seluruh siswa terpaksa belajar di halaman sekolah. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada malam dini hari, Selasa (18/8).Api yang melalap seisi ruangan kelas, tidak hanya membuat proses belajar siswa terganggu. Bahkan banyak dokumen sekolah dan catatan pembukuan juga hangus terbakar. Kabarnya, sebelum kejadian staf pegawai sekolah dan operator sekolah lembur hingga tengah malam. Sempat melihat lampu di salah satu ruangan berkedip-kedip.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kejadiannya semalam, kami lembur menggarap data siswa kelas VII untuk di-upload, agar mendapatkan bantuan Dana BOS. Saat itu, Staf sekolah yang sedang lembur mengetahui kejadian tersebut, dan memprediksi lampu tersebut berpijar-pijar, karena ada pemadaman listrik," tutur Kepala Sekolah SMPN 2 Sawan, Wayan Ariasa, di Sawan Buleleng, Bali, Selasa (18/8). Dijelaskannya, ada 10 ruangan yang ludes terbakar yakni, Ruang BK, Ruang Perpustakaan, Ruang Olahraga, Ruang UKS, 3 Ruangan Kelas, Ruang Komputer, Ruangan sekolah lainnya. Bahkan menurutnya, semua data yang ada di perpustakaan, termasuk buku yang belum dibagikan kepada siswa kelas VII, 30 Unit Komputer, sarana olahraga, Dokumen BK, habis. UKS habis semua.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kerugian kami tafsir Rp 1 miliar, ini sudah kami ajukan permohonan ke Dinas, dan secepat mungkin akan diperbaiki, ini harus diprioritaskan, karena ini sangat mengganggu aktivitas belajar siswa," terangnya.Akibat kejadian ini, sebanyak puluhan siswa terpaksa harus belajar di halaman sekolah. Bahkan ada beberapa siswa yang tidak mendengar kabar kalau sekolahnya mengalami musibah ini, begitu tiba di depan sekolah langsung teriak histeris."Kita tidak bisa hentikan proses belajar. Anak-anak harus tetap belajar," ungkap salah seorang guru di SMPN 2 Sawan, Buleleng.Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Ni Wayan Lugraheni mengatakan, pihaknya telah menurunkan Tim Perencanaan dan Konsultan, untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan yang terbakar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Saya udah turunkan tim untuk melihat kerusakan bangunan, setelah itu baru kami putuskan apakah merenovasi atau membangun ulang. Mengenai fasilitas yang terbakar, kami akan berusaha menganggarkan tahun 2016 nanti," tandas Lugraheni.Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Sawan masih melakukan penyelidikan, dengan mendatangkan Tim Labfor Denpasar, untuk memastikan penyebab kebakaran SMPN 2 Sawan. Meskipun begitu, dugaan sementara penyebab kebakaran ini dikarenakan korsleting listrik.

Rekomendasi