Komisioner Bidang Kelembagaan KPI, Bekti Nugroho menegaskan stasiun televisi seharusnya menjadi pelopor utama pembangunan budaya manusia. Sebab, dari hasil survei yang dilakukan oleh KPI, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan 9 Perguruan Tinggi di Indonesia menunjukkan rendahnya kualitas dari tayangan televisi."Semua orang menikmati televisi. Sejauh ini hanya TV yang yang bisa menginformasikan secara lengkap apa saja di dunia ini. Peran yang demikian seharusnya digunakan untuk menginformasikan sesuatu yang bermutu, suatu tayangan yang punya value (nilai)," ujar Bekti di Hotel The Akmani, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (11/8)."Pertelevisian kita harus punya strategi budaya bukan saja menginfokan tapi juga pembangunan. Nah, Ini yang kurang di kita," imbuh dia.Menurut dia, kebanyakan program televisi di Indonesia lebih mengejar rating daripada mengedepankan tayangan yang bermutu. Program sinetron dan infotainment, misalnya, jauh dari harapan KPI untuk menginformasikan hal yang bermutu sebagaimana diatur dalam UU penyiaran di Indonesia."Kita berharap stasiun TV kita sebagai strategi untuk budaya bangsa. Caranya buat program yang value. Jangan kejar rating tapi lupa apa nilai yang harus kita tanamkan," tukas dia.
KPI sebut kualitas tayangan televisi rendah dan hanya kejar rating
"Pertelevisian kita harus punya strategi budaya bukan saja menginfokan tapi juga pembangunan," kata Bekti.
Rekomendasi